Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Buku
Prof. Jimly Asshidiqie Hadirkan Gagasan Terbaru Mengenai Konstitusi Sosial Bagi Masyarakat Madani
Friday 18 Sep 2015 05:49:14

Ilustrasi. buku “Gagasan Konstitusi Sosial” sebagai karya terbaru Prof. DR Jimly Asshidiqie.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah sebelumnya hadir mewarnai khazanah Ilmu hukum dan tata negara Indonesia melalui lebih dari 40 buah bukunya, pakar hukum dan tata negara yang juga ketua DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu) Prof. DR Jimly Assidiqie kembali menelurkan gagasan terkini melalui buku terbarunya “Gagasan Konstitusi Sosial” yang pada hari ini, Kamis (17/9) dibedah oleh para pakar hukum tata negara dan sosial seperti Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, S.E., M.S., DEA., Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H., dan Dr. Suparji, S.H., M.H. bertempat di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al Azhar Indonesia.

Sebagai penulis buku hukum ketata negaraan yang produktif, buku terbaru ini hadir dengan semangat membuat perubahan sosial masyarakat yang berlandaskan keberpihakan hukum pada hak-hak sosial masyarakat yang mana masyarakat hingga taraf desa dapat memiliki kebebasan yang bertanggung jawab dalam mengatur teritori atau wilayahnya dengan menjadikan konstitusi hukum sebagai pegangannya.

Dalam konteks ini Prof. Jimly menghadirkan gagasan berupa teori baru tentang badan hukum teritorial, di mana bahkan sebuah desa bisa diakui sebagai badan hukum yang mempunyai konstitusi yang dapat dipertanggung jawabkan.

Hal ini selaras dengan trending topic yang sedang hangat dibicarakan mengenai perspektif New Institutionalism yang menjadi mazhab baru, untuk mendorong lebih aktifnya peranan bidang seperti ekonomi, sosial, politik bahkan sains agar dapat lebih berkiprah lebih dalam lagi, pada kegiatan sosial yang mempunyai manfaat luas bagi masyarakat.

Bedah buku “Gagasan Konstitusi Sosial” sebagai karya terbaru Prof. DR Jimly Asshidiqie juga menjadi jamuan Ilmiah bagi para akademisi dan sivitas akademika Univ. Al Azhar Indonesia.

Bagi para mahasiswa, ini merupakan kesempatan untuk mendengarkan sebuah pemikiran dan gagasan besar dari seorang negarawan, pakar hukum dan tata negara Indonesia, tentang “Institusionalisasi dan konstitusionalisasi kehidupan sosial masyarakat madani“ yang diharapkan mampu menjadi paradigma baru dalam mendukung kehidupan sosial dan bernegara yang taat hukum.(rls/uai/bh/sya)


 
Berita Terkait Buku
 
• Ahmad Basarah Nilai Buku 'Catatan Merah' Karya Guntur Soekarno Penting Dibaca Generasi Milenial
 
• Fahri Hamzah Luncurkan Buku 'Arah Baru Kebijakan Kesejahteraan Indonesia'
 
• Kata-Kata Harus jadi Instrumen Politisi
 
• Fadli Zon Luncurkan Buku 'Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'
 
• Ma'rufnomics: Pemikiran KH Ma'ruf Amin tentang Ekonomi Baru Indonesia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]