Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Reshuffle
Presiden Singgung Soal Perombakan Kabinet
2016-06-09 04:58:44

Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara mengenang 3 Tahun Wafatnya Almarhum Dr. H. C. H. Muhammad Taufiq Kiemas, Rabu (8/6).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo sempat menyinggung isu perombakan kabinet saat memberikan sambutan peringatan kematian tahunan (haul) mantan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas.

Jokowi di kediaman Megawati Soekarnoputri pada Rabu petang berkelakar mengenai menteri-menteri asal PBNU dan Muhammadiyah.

"Saya ingin klarifikasi mengenai menteri NU. Tadi diam-diam saya hitung ada enam, jadi NU ada. Muhammadiyah, karena Haedar nggak tanya, saya nggak menghitung. Saya jadi ingat reshuffle kalau begini," kata Jokowi terkait pertanyaan Ketua PBNU Said Aqil Siradj mengenai menteri asal NU di Kabinet Kerja.

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara haul Taufiq Kiemas bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Jokowi hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada sekitar pukul 17.05 WIB mengenakan pakaian batik warna hitam cokelat.

Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi peran almarhum Taufiq Kemas sebagai tokoh yang menjembatani banyak konflik antar individu dan golongan.

"Kita kembali mengingat beliau yang selalu dengan ikhlas, dengan segala risiko, bisa kita lihat banyak sekali konflik individu beliau selalu menjadi jembatan kembalinya antarindividu, antarlembaga yang telah berkonflik," kata Jokowi.

Sejumlah pejabat negara yang terlihat hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Kominfo Rudiantara, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, serta Kepala BIN Sutiyoso dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga hadir dalam perhelatan itu.

Kemudian, Wakapolri Komjen Budi Gunawan dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto juga hadir pada sekitar pukul 16.00 WIB.

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hadir dalam acara haul tersebut.

Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai sosok mantan Ketua MPR RI almarhum Taufiq Kiemas (1942--2013) semasa hidupnya adalah tokoh yang banyak mendamaikan konflik antar-individu maupun golongan.

"Kita kembali mengingat beliau yang selalu dengan ikhlas, dengan segala risiko, bisa kita lihat banyak sekali konflik individu beliau selalu menjadi jembatan kembalinya antar-individu, antar-lembaga yang telah berkonflik," kata Presiden Jokowi dalam sambutan haul 1000 hari wafatnya Taufik Kiemas di kediaman keluarga Megawati Soekarnoputri, Jakarta, Rabu.

Menurut Presiden, Taufiq Kiemas selalu memberikan orientasi empat pilar kebangsaan kepada para pejabat pemerintah dan lembaga semasa hidupnya.

"Pancasila sebagai dasar negara, sebagai kegiatan sehari hari, beliau selalu ingatkan itu," kata Presiden.

Presiden Jokowi juga menyampaikan rasa simpatinya dengan mengajak masyarakat mendoakan almarhum Taufiq Kiemas.

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dan menteri Kabinet Kerja maupun pejabat negara dan tokoh masyarakat terlihat hadir dalam acara tersebut.(bp/antaranews/bh/sya)


 
Berita Terkait Reshuffle
 
Presiden Lantik Menteri dan Wamen Kabinet Indonesia Maju
 
Jika Reshuffle Acuannya Kontroversi, Tiga Menteri Ini Layak Diganti
 
Bongkar Pasang Menteri Kabinet Jangan Sampai Timbulkan Polemik
 
Azis Syamsuddin Berharap Sosok Muda yang Matang dalam Kabinet
 
Indonesia Butuh Sosok Abdul Mu'ti
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]