Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Award
Presiden SBY Raih Penghargaan
Thursday 13 Sep 2012 22:00:56

Presiden SBY (Foto: Ist)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperoleh penghargaan “Pencapaian Ekonomi Abad 21” (21st Century Economic Achievement Award) dari US ASEAN Business Council (USABC) atas prestasinya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan iklim investasi yang kondusif di Indonesia. Penghargaan ini merupakan yang pertama kali diberikan oleh USABC.

Penghargaan USABC yang menjadi simbol peningkatan kerjasama ASEAN dan Amerika Serikat itu akan diserahkan kepada Presiden SBY pada 24 September mendatang, di The Mandarin Oriental Hotel, New York, Amerika Serikat.

USABC merupakan organisasi advokasi perusahaan - perusahaan Amerika Serikat dalam menjalankan usahanya di negara - negara ASEAN. Anggota USABC terdiri atas perusahaan ternama di AS yang telah beroperasi lama di Indonesia antara lain Chevron, Coca Cola, General Electric, Conoco Phillips, Cattepillar dan IBM.

Dalam surat undangan yang ditandatangani oleh Presiden USABC Alexander C Feldman disebutkan, penghargaan diberikan kepada Presiden SBY sebagai pemimpin ASEAN atas keberhasilannya dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diatas 4,5 persen selama 8 tahun: perbaikan keuangan negara yang tercermin dalam peningkatan grade dari credit-rating menjadi investment grade: dan membuka peluang bagi jalinan bisnis yang makin luas antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui US - Indonesia Comprehensive Partnership.

Penghargaan bagi Presiden SBY itu juga didasarkan atas komitmennya menciptakan kepastian hukum, menegakkan undang-undang dan transparansi, sehingga melahirkan iklim investasi yang sehat.

Selain itu US ASEAN mengakui prestasi Presiden SBY dalam kepemimpinan Kelompok Kerja Anti Korupsi G - 20: peningkatan ekonomi secara berkelanjutan dengan memperhatikan faktor perlindungan lingkungan; dan peningkatan penegakan hukum di Indonesia.(skb/bhc/opn)


 
Berita Terkait Award
 
• Semua Medali di Olimpiade Tokyo Hasil Daur Ulang Ponsel dan Laptop Tua
 
• Kajari Gunung Mas Juara Umum Kinerja Terbaik Se Kalteng
 
• Ibu Negara Raden Ayu Siti Hartinah Soeharto, Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
 
• Delegasi Indonesia Berprestasi di Asean Skills Competition Dapat Penghargaan Menaker
 
• Sejumlah Kepala Daerah Raih K3 Award dari Kemnaker
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]