Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Reshuffle
Presiden SBY Mentargetkan Reshuffle Sebelum 20 Oktober
Friday 23 Sep 2011 01:21:36

Kabinet Indonesia Bersatu (FOTO : Istimewa)
JAMBI (BeritaHUKUM.com) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memastikan reshuffle kabinet Indonesia Bersatu II sebelum (20/10) atau sebelum usia pemerintahannya memasuki tahun kedua sejak 2009.

"Bulan depan akan genap kabinet Indonesia Bersatu II berusia dua tahun, sehingga dengan pola pikir seperti itu evaluasi separuh jalan" kata Presiden SBY saat membuka Munas Persatuan Tarbiyah Islamiyah di Jambi, Kamis (22/9).

Presiden menegaskan, sekarang saat yang tepat untuk penataan kembali kabinet yang di pimpinnya untuk tiga tahun mendatang. “ Saya mesti mengatakan sekarang saat yang tepat melakukan penataan kembali atas kabinet yang saya pimpin, karena saya ingin tiga tahun mendatang memiliki kinerja yang baik," ujarnya.

Perombakan kabinet ini, didasarkan atas pertimbangan rasional yang merujuk pada kinerja dan integritas. Juga penilaian yang objektif dan sesuai dengan tantangan kabinet tiga tahun mendatang. "Prinsip right man and right place. Beberapa menteri mungkin sudah cukup. Dan, saat ini diperlukan pejabat baru sesuai tantangan tiga tahun mendatang, " ujar Presiden.

SBY menambahkan, agar pihak memberi kesempatan kepadanya untuk menyusun komposisi kabinet, sesuai kewenangan konstitusi yang dimilikinya. Saat ini, banyak figur-figur baik yang langsung atau tidak langsung menyatakan kesiapannya masuk ke jajaran kabinet. Namun, Presiden mengatakan akan menilai secara objektif kemampuan apakah tepat menduduki jabatan yang dibutuhkan. "Saya tahu, banyak yang ingin menjadi menteri, sebagaimana banyak yang menyampaikan minatnya kepada saya baik langsung ataupu tidak langsung. Itu tidak dilarang tetapi tentu tidak baik kalau kita berpikiran bongkar habis dan (berpikiran-red) yang penting gantian padahal tujuan tidak jelas," tambahnya.
(tmp/syah)


 
Berita Terkait Reshuffle
 
Presiden Lantik Menteri dan Wamen Kabinet Indonesia Maju
 
Jika Reshuffle Acuannya Kontroversi, Tiga Menteri Ini Layak Diganti
 
Bongkar Pasang Menteri Kabinet Jangan Sampai Timbulkan Polemik
 
Azis Syamsuddin Berharap Sosok Muda yang Matang dalam Kabinet
 
Indonesia Butuh Sosok Abdul Mu'ti
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]