Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Barack Obama
Presiden Obama Serukan Asia Redam Ketegangan
Wednesday 21 Nov 2012 00:15:36

Presiden AS, Barack Obama.(Foto: Ist)
KAMBOJA, Berita HUKUM - Barack Obama tidak sampai menyatakan dukungan tegas kepada negara-negara sekutu.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyerukan negara-negara Asia untuk mengurangi ketegangan terkait sengketa wilayah perairan.

Seruan itu disampaikan Barack Obama dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur di ibukota Kamboja, Phnom Penh, Selasa, (20/11).

Namun Presiden Obama tidak sampai menyatakan dengan tegas mendukung sekutu-sekutunya, yaitu Jepang, Filipina, dan Vietnam dalam sengketa wilayah dengan Cina.

"Pesan Presiden Obama, adalah ketegangan perlu dikurangi," kata Deputi Penasehat Keamanan Nasional, Ben Rhodes, usai KTT di Phnom Penh.

"Tidak ada alasan untuk mengambil risiko potensi eskalasi khususnya yang melibatkan dua negara dengan perekonomian besar di dunia, Cina dan Jepang," tambah Rhodes.

Para pengamat mengatakan isi pernyataan Obama dipilih secara cermat agar tidak menyinggung Cina.

Cina tidak mengusung masalah

Sementara itu, media resmi Cina menuduh Amerika Serikat memperkeruh suasana guna meningkatkan pengaruhnya di Asia.

"Amerika Serikat bukan penuntut di Laut Cina Selatan, tetapi kita mempunyai kepentingan besar di sana mengingat perannya di perekonomian global," kata Rhodes.

Filipina dan Cina terlibat bentrok terbuka terkait kepemilikan gugusan pulau kecil di Laut Cina Selatan. Sebelumnya Filipina menuduh Kamboja, sebagai tuan rumah KTT, mengekang pembahasan sengketa wilayah.

Adapun Cina menegaskan tidak ingin menyeret sengketa wilayah ke dalam forum setinggi KTT dan membela kebijakannya dalam menangani kasus itu melalui perundingan bilateral.

Secara terpisah, ketegangan antara Jepang dan Cina meningkat belakangan terkait sengketa kepulauan yang disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di Cina.(bbc/bhc/opn)


 
Berita Terkait Barack Obama
 
Wisata Napak Tilas Obama Hingga Pidato Kunci di Dispora Indonesia
 
Pidato Farewell, Obama: Demokrasi Membutuhkan Anda
 
Obama Menyarankan Donald Trump, Kepresidenan AS Bukan Bisnis Keluarga
 
DPR AS Tuntut Presiden Barack Obama
 
Badan Intelijen AS Sadap 200 Juta SMS Setiap Hari
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]