Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Amerika Serikat
Presiden Obama: G7 akan Bahas Agresi Rusia
Monday 08 Jun 2015 05:43:06

Presiden Obama disambut oleh Kanselir Jerman Angela Merkel di kota Kruen. Presiden Vladimir Putin menegaskan Rusia tidak menjadi ancaman.(Foto: Istimewa)
JERMAN, Berita HUKUM - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan para pemimpin negara-negara industri yang tergabung dalam G7 akan membicarakan sikap "berani terhadap agresi Rusia" di Ukraina. Obama mengatakan hal itu ketika tiba di Jerman, Minggu (7/6) untuk menghadiri pertemuan G7. Kelompok negara-negara maju ini sebelumnya dikenal dengan nama G8 tetapi Rusia kemudian dikeluarkan setelah mencaplok Krimea tahun lalu.

"Kami akan membicarakan masa depan bersama, ekonomi global yang membuka lapangan pekerjaan dan peluang, mempertahankan Uni Eropa yang kokoh dan makmur, menjalin kemitraan dagang melintasi Atlantik, bersikap berani terhadap agresi Rusia di Ukraina, mengatasi berbagai ancaman mulai dari ekstremisme hingga perubahan iklim," kata presiden AS.

Pernyataan Obama dikeluarkan di tengah kekhawatiran bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sengaja memperkuat tekanan militer lebih jauh di Ukraina, meskipun Rusia sudah dijatuhi sanksi-sanksi oleh Eropa dan Amerika Serikat.

Barat menuduh Rusia mengirim pasukan ke Ukraina timur untuk membantu pemberontak. Namun pemerintah Rusia membantah tudingan itu dengan mengatakan tentara Rusia yang berada di sana adalah relawan.

Pertemuan G7 juga dihadiri oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri Inggris David Cameron, Presiden Prancis Francois Hollande, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper dan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Amerika Serikat
 
• DPR AS Lakukan Pemungutan Suara untuk Makzulkan Biden
 
• Amerika Serikat Lacak 'Balon Pengintai' yang Diduga Milik China - Terbang di Mana Saja Balon Itu?
 
• Joe Biden akan Mengundang Para Pemimpin Indo-Pasifik ke Gedung Putih
 
• AS Uji Rudal Hipersonik Mach 5, Lima Kali Kecepatan Suara
 
• Sensus 2020: Masa Depan Populasi AS Bercorak Hispanik
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]