Menurut Jokowi, Muhammadiyah telah berhasil membawa misi Islam Berkemajuan," /> BeritaHUKUM.com - Presiden Jokowi: Muhammadiyah Miliki Andil dalam Mewujudkan Keadilan Sosial

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Muhammadiyah
Presiden Jokowi: Muhammadiyah Miliki Andil dalam Mewujudkan Keadilan Sosial
2017-02-24 14:12:22

Jokowi: Selamat Sidang Tanwir Muhammadiyah di Ambon. Semoga melahirkan gagasan baru untuk wujudkan keadilan sosial.(Foto: @jokowi)
MALUKU, Berita HUKUM - Presiden RI Joko Widodo membuka Tanwir Muhammadiyah yang diselenggarakan di Islamic Centre Ambon, Jumat (24/2). Tanwir Muhammadiyah mengambil tema "Kedaulatan dan Keadilan Sosial untuk Indonesia Berkemajuan".

Menurut Jokowi, Muhammadiyah telah berhasil membawa misi Islam Berkemajuan, telah terbukti dengan membawa transformatif yang dilakukan melalui jalur kesehatan, pendidikan, penyantunan dan kesehatan.

"Misi Islam berkemajuan menjadi sebuah hal yang harus dijaga dan disertai komitmen. Jika berhasil, hal ini akan menjadikan masyarakat Indonesia yang beradab, berdaulat dan berkeadilan," ungkap Jokowi.

Terkait tema Tanwir Muhammadiyah yakni keadilan, kata Jokowi, hal ini senada dengan program yang tengah dicanangkan oleh pemerintah RI yakni pemerataan ekonomi yang berbasis pada kebijakan ekonomi keadilan sosial.

"Saya sudah berdiskusi banyak dengan Pak Haedar, semoga bisa bersinergi untuk mewujudkan itu semua," kata Joko Widodo.

Lebih lanjut Joko Widodo mengatakan bahwa langkah konkrit yang akan dilakukan dalam mewujudkan kebijakan ekonomi keadilan sosial ini adalah reforma agraria dan retribusi aset, akses keuangan dan sumber daya manusia.

"Kita akan fokus pada tiga hal itu, sehingga ini diharapkan akan dapat mewujudkan masyarakat yang rata secara ekonomi, tidak dikuasai oleh pemegang kekuasaan secara dominan," ujar Joko Widodo.

Joko Widodo mengungkapkan, rakyat harus menjadi pemilik yang utama, setidaknya memiliki sebidang tanah karena tanah merupakan permulaan dari segalanya.

"Semoga melalui tanwir ini akan lahir gagasan berkemajuan untuk kepentingan tanah air serta Muhammadiyah akan semakin maju dalam mewujudkan islam berkemajuan yang berpihak pada kaum mustad'afin dan berkontribusi untuk kekuatan NKRI," jelas Joko Widodo.

Dalam satu bulan ini, Jokowi telah berkunjung dua kali ke Ambon, sebelumnya yaitu pada acara Hari Pers Nasional. "Saya cinta Maluku, selain cinta Maluku saya cinta Muhammadiyah," tutur Joko Widodo, Presiden RI dalam sambutannya di Pembukaan Tanwir Muhammadiyah.

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa Muhammadiyah telah berhasil membawa misi Islam Berkemajuan, telah terbukti dengan membawa transformatif yang dilakukan melalui jalur kesehatan, pendidikan, penyantunan dan kesehatan. "Misi Islam berkemajuan menjadi sebuah hal yang harus dijaga dan disertai komitmen. Jika berhasil, hal ini akan menjadikan masyarakat Indonesia yang beradab, berdaulat dan berkeadilan," ungkap Jokowi.(nisa/m.muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
• Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
 
• Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
 
• Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
 
• Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
 
• 106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]