Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Presiden SBY
Presiden Instruksikan Kapolri Segera Tangkap Napi yang Kabur dari Tanjung Gusta dan Batam
Friday 19 Jul 2013 09:48:50

Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Terkait dengan insiden kerusuhan dan pembakaran di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Tanjung Gusta (Medan) dan kaburnya beberapa narapidana (napi) di Batam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan seluruh jajaran Polhukam, khususnya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menkumham Amir Syamsudin, dan Kapolri Jendral Timur Pradopo untuk siaga terhadap seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) di seluruh Indonesia.

"Presiden telah menginstruksikan jajaran polhukam, Menko Polhukam, Menkumham, Kapolri untuk mewaspadai, meningkatkan kewaspadaan di seluruh lapas di tanah air terkait kejadian di lapas di Sumatera Utara," kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, di kantor presiden, Jakarta, Kamis (18/7).

Menurut Julian, masih adanya sejumlah napi yang belum tertangkap paska kerusuhan dan pembakaran di Lapas Tanjung Gusta dan sejumlah napi yang melarikan diri dari Lapas Batam, Jumat (12/7) lalu, dimana beberapa napi di antaranya napi terorisme, juga menjadi perhatian presiden. “Kapolri diminta segera menangkap dan mengembalikan napi tersebut ke lapas,” ungkap Julian.

Instruksi Presiden itu, lanjut Julian, disampaikan pada Selasa (16/7) malam, dengan harapan agar
kejadian di Lapas Tanjung Gusta dan Batam tidak terjadi lagi. Karena itu, seluruh lapas di Indonesia perlu siaga.

Terkait dengan posisi Ditjen Pemasyarakatan, Julian mengaku memang akan ada evaluasi. Namun, Julian tidak bisa memastikannya hasil evaluasi itu. "Akan dilakukan evaluasi selama ini terkait kebijakan di seluruh tanah air," tukas Julian.(wid/es/skb/bhc/opn)


 
Berita Terkait Presiden SBY
 
Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
 
Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
 
Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
 
Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
 
'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]