Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Obat Ilegal
Prancis Sita Jutaan Obat Palsu dari Cina
Friday 11 Apr 2014 02:28:11

Penyitaan besar-besaran di Le Havre sebelumnya tercatat pada Mei 201.(Foto: Istimewa)
PRANCIS, Berita HUKUM - Petugas bea cukai Prancis menyita sejumlah besar obat palsu yang diimpor dari Cina pada akhir Februari. Mereka menyatakan bahwa penyitaan ini adalah yang terbesar di Uni Eropa sejauh ini.

Hampir 2,5 juta dosis obat palsu untuk gangguan kesehatan seperti diare, sakit kepala, dan disfungsi ereksi disita di pelabuhan sebelah utara Prancis, Le Havre.

Obat-obatan itu disembunyikan dengan menggunakan label teh.

Eksekutif bea cukai Prancis mengatakan bahwa, beberapa obat itu berbahaya karena mengandung komposisi ramuan aktif yang salah yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Sementara, sebagian lainnya tidak memiliki kandungan ramuan aktif yang berarti penipuan terhadap konsumen. Bea cukai Le Havre menyita puluhan ribu produk palsu setiap tahunnya seperti televisi, telepon genggam, baju, dan obat-obatan yang sebagian besar tiba dari Cina untuk kemudian dikirimkan ke berbagai negara Afrika seperti Nigeria.

Masalah obat palsu produksi Cina menjadi sorotan tahun lalu saat pemerintah Cina melakukan penangkapan dan menutup puluhan farmasi di internet yang tidak memiliki izin.

Menurut kelompok penelitian medis AS, Pusat Obat-obatan untuk Kepentingan Publik perdagangan obat palsu adalah bisnis yang sangat menguntungkan dan menghasilkan 55 miliar euro (Rp877,8 triliun) di seluruh dunia pada 2010.(BBC/bhc/sya)



 
Berita Terkait Obat Ilegal
 
• Polisi Tangkap Penjual Obat Kadaluwarsa di Pasar Pramuka
 
• Polisi Grebek Rumah Produksi Obat Tradisional Palsu
 
• Puluhan Ribu Kosmetik dan Obat Terlarang Diamankan BPOM Samarinda
 
• Prancis Sita Jutaan Obat Palsu dari Cina
 
• Operasi Pangea V Berantas Obat Ilegal yang Dipasarkan Secara Online
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]