Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Prabowo-Hatta Janjikan Rp150 Juta untuk Tiap Sekolah
Saturday 07 Jun 2014 09:46:15

Ilustrasi. Pasangan Prabowo-Hatta dan ribuan pendukung berjalan dari Masjid Sunda Kelapa ke KPU RI untuk mendaftar Capres Cawapres Pemilu 2014, Selasa (20/5).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Prabowo-Hatta punya program khusus di bidang pendidikan apabila terpilih menjadi Presiden dan wakil Presiden, yakni memberikan subsidi sebesar Rp150 juta per tahun kepada setiap sekolah di seluruh Indonesia.

“Rp150 juta per sekolah untuk semua sekolah. Itu misalnya bisa dipakai untuk pengadaan komputer. Banyak sekolah yang fasilitasnya menyedihkan, jadi harus ditangani dengan baik,” kata anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta Drajad Wibowo, di kantor Pimpinan Puast Muhammadiyah, Jakarta, Jumat malam (6/6).

Drajad mengatakan, penggunaan uang Rp150 juta itu diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah sesuai dengan kebutuhan di sekolah tersebut.

Anggaran Rp150 juta per sekolah itu di luar anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sekarang sudah berjalan.

Menurut Drajad, program khusus di bidang pendidikan itu sudah dimasukan ke dalam visi dan misi yang telah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum, dan sudah ditandatangani Prabowo dan Hatta. “Sudah sah sebagai dokumen negara,” ujarnya.

Dr. Ir. Dradjad Hari Wibowo, M.Ec Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat DPP PAN menyatakan, program khusus di bidang pendidikan itu juga sudah setujui oleh seluruh mitra koalisi. Apabila Prabowo-Hatta terpilih menjadi Presiden dan wakil Presiden, maka program itu akan langsung dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah di pemerintahan.

Sebelumnya juga, pada minggu lalu Drajad Hari Wibowo juga menjanjikan akan memberikan tunjangan profesi bagi para tenaga pendidik atau guru sebesar Rp 4 juta setiap bulannya, ia mengungkapkan apa yang dijanjikan pasangan capres dan cawapres itu sudah tertuang dalam visi-misi yang sudah disampaikannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.

"Kami katakan akan meningkatkan kesejahteraan buruh, dosen dan penyuluh, dengan pengiriman tunjangan langsung ke rekening guru bersetifikat, tunjangan profesi guru rata-rata Rp 4 juta per bulan," ujarnya pada, Kamis (29/5) lalu.

"Prabowo-Hatta itu memasukkan dalam programnya memperbaiki secara masif kualitas pendidikan SD, SMP, SMA, Pesantren / sekolah agama sederajat, melalui DPKFP rata-rata Rp 150 juta per sekolah, ini tambahan diluar dana bos," jelas Drajad.

Sementara untuk kelas Universitas, apabila terpilih nantinya Prabowo-Hatta mentargetkan mampu menyalurkan dana peningkatan fasilitas pendidikan sebesar Rp 20 triliun dari tahun 2015-2019.(nur/anggi/viva/lp6/ilyas/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]