Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Prabowo Subianto
Prabowo: Boleh 'Merampok' Asal Merampoknya Sopan
Wednesday 02 Apr 2014 16:43:59

Calon Presiden Republik Indonesia dari Partai Gerindra Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo saat menghadiri Dialok di Kantor Pusat DPP Muhammadiyah Jakarta, Rabu (2/4).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Calon Presiden Republik Indonesia dari Partai Gerindra Prabowo Subianto, dalam pidato politiknya menyatakan, bahwa kenyataan bangsa Indonesia bertambah miskin, karena barang dari import; pepaya import, ikan asing import, garam import.

"Apa yang saya sampaikan tidak aneh, sekarang ada budaya politik maunya dengar yang enak-enak saja, boleh merampok, asal merampoknya sopan, elegan boleh," ujar Prabowo Subianto dalam dialok Politik Nasional Menyongsong Perubahan kekuasan Pada Pemilu 2014, saat Acara di Kantor DPP Muhammadiyah Jakarta, Pusat pada, Rabu (2/4).

Menurut Prabowo, "kalau kita di bilang rakyat kita miskin, tidak boleh jangan, rakyat kita pra sejahtera! kalau dibilang bayi kita lapar dan mati, tidak boleh, hanya kurang gizi," ujar Prabowo Subianto pria kelahiran Jakarta.

Negara sudah kehilangan kepercayaan pada kepemimpinannya, yang terjadi selama 40 tahun ini merupakan proses pemiskinan bangsa, dan saat ini Indonesia menjadi negara konsumtif.

Menurut Prabowo, hampri 3/4 kekakayaan Indonesia hilang, mengalir keluar negeri, kekayaan nasional ke luar Negeri, makanya Indonesia lemah dan tidak bisa bersaing investasi kita semua.

"Kita memakai paham neoliberal, pasar yang berkuasa, pemerintah hanya wasit, pemerintah tidak boleh punya perusahaan. Kalau uang sudah diambil segelintir orang kekuasaan akan mereka kuasai dan uangnya mengalir ke luar negeri," pungkas Prabowo Subianto.(bhc/put)


 
Berita Terkait Prabowo Subianto
 
Prabowo di Sidang PBB: Indonesia Siap Kerahkan 20.000 Orang untuk Perdamaian Gaza
 
Mardani: Anies atau Ganjar Tidak Mengajak Pendukungnya Menyerang Prabowo
 
Sejumlah Pernyataan Prabowo Mengundang Polemik, Soal Apa Saja?
 
Koalisi Sipil Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Pesawat Mirage 2000-5 Prabowo
 
Sinyal Prabowo untuk Siapa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Atau Rizal Ramli?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]