Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Jaringan Teroris
Polri Masih Buru Seorang Anggota Kelompok Teroris Depok
Tuesday 15 Nov 2011 18:29:44

Kadiv Humas Pol, Irjen Pol. Saud Usman Nasution (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Polri masih memburu satu anggota kelompok Abdullah Omar yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sang buron diduga tahu tempat menyembunyikan senjata dan peluru milik kelompok tersebut.

"Tersangka (BHD alias D) menjelaskan awalnya berangkat dengan dua orang, ternyata ada satu orang lagi, dan yanmg bersangkutan masih dalam pencarian kami," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Saud Usman Nasution, Jakarta, Selasa (15/11).

Tersangka BHD alias D, ungkap dia, telah mengaku mengubur dua pucuk senjata dan 20 peluru di hutan Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Senjata itu ditanam di dekat salah satu pohon. Namun, setelah digali tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, senjata yang dimaksud tidak ada.

Polri menduga satu orang yang masih buron itulah yang mengetahui letak senjata tersebut disembunyikan. "Sampai saat dari hasil pengungkapan, kami peroleh tiga pucuk senjata laras panjang, dua pucuk senjata laras pendek san 790 amunisi," imbuh Saud.

Menurut dia, kelompok Abdullah Omar yang bernama Halakoh itu, memiliki spesialisasi dalam memasok senjata. Selain memenuhi keperluan sendiri, mereka memasok senjata untuk dijual ke kelompok teroris lain. Hasil penjualan ini digunakan sebagai modal melakukan aksi teror.

Namun, dia enggan menyebut nama kelompok-kelompok yang berafilisiasi dengan Halakoh. Alasannya, Densus 88 Antiteror masih mengembangkan hal tersebut. "Mereka menyuplai senjata ke kelompok lain, jadi saling membantu. Senjata itu dari Filipina melalui jalur Mindanau-Tawau-Nunukan (Kalimantan Timur)-Tanjung Perak (Surabaya),” tandasnya.(mic/bie)


 
Berita Terkait Jaringan Teroris
 
• Iriawan: Karena Melawan, Terpaksa Ditembak Mati
 
• Polisi Tangkap Dua Terduga Pembantu Teroris
 
• Oknum Polisi yang Membantu Teroris Divonis Tiga Tahun Penjara
 
• Rencana Terorisme Terbesar di Perancis Dibongkar
 
• Mantan Asisten Noordin Bermain Lagi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]