Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Umar Patek
Polri Jerat Umar Patek dengan KUHP dan UU Terorisme
Tuesday 16 Aug 2011 20:56:29

Umar Patek (Foto: Istimewa)
JAKARTA-Tersangka kasus terorisme Umar Patek dijerat dengan dua UU sekaligus, yakni KUHP dan UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Terorisme. Untuk KUHP, ia diduga melakukan pemalsuan identitas untuk membuat paspor palsunya tersebut.

Sedangkan UU Terorisme, karena Umar Patek yang diduga terlibat dalam aksi Bom Bali I pada 2002 dan Bom Natal pada 2000, pernah bertemu dan menyembunyikan Dulmatin pada 2009. Dasar inilah yang menjadikan gembong teroris bisa dijerat dengan UU Terorisme tersebut. Bahkan, Patek telah mengakuinya bertemu Dulmatin di hadapam tim penyidik.

Hal ini disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Anton Bachrul Alam kepada wartawa di Jakarta, Selasa (16/8). Awalnya, pihak kepolisian sempat kesulitan menjeratnya dengan UU Terorisme. Sebab, UU Terorisme baru disahkan 2003, atau setelah Patek terlibat aksi Bom Natal 2000 dan Bom Bali I pada 2002. UU tersebut tidak berlaku surut.

Namun, jelang Anton, hasil pemeriksaan menunjukkan Patek pernah kembali ke Indonesia pada 2009. Ia bertemu Dulmatin, tersangka teroris yang tewas dalam penyergapan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten pada 2010. Patek dianggap membantu menyembunyikan Dulmatin. "Rangkaian kegiatan yang dilakukan Dulmatin, ternyata ia juga tahu semuanya. Jadi, disamping KUHP, ia juga bisa dijerat dengan UU Teroris," jelas Anton.

Seperti diberitakan, Umar Patek ditangkap bersama istrinya di Pakistan pada Januari 2011. Ia kemudian dipulangkan ke Indonesia, pekan lalu. Istrinya yang bernama Rokiyah alias Siti Zahrah itu berkewarganegaraan Filipina. Ia ikut ditangkap karena ia juga memakai identitas palsu. Siti Zahrah dikenai Pasal 266 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Kini, mereka ditahan di Rutan Mako Brimob Polri.

Umar Patek mengaku bekerja sama dengan Dr Azahari untuk membuat rangkaian bom. Azahari yang warga negara Malaysia juga merupakan otak Bom Bali. Ia tewas meledakkan diri dalam penyergapan Densus 88 Antiteror di Batu, Malang, Jawa Timur.

Setelah Bom Bali meledak, Umar Patek melarikan diri ke Filipina. Pada 2009, ia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Dulmatin, Suwad, dan Hari Kuncoro yang telah tertangkap di Pekalongan, Jawa Tengah. Selain terlibat dalam Bom Bali I dan Bom Natal, Umar Patek juga mengetahui tentang kamp latihan militer di Aceh.(dbs/bie)


 
Berita Terkait Umar Patek
 
• Dituntut Hukuman Seumur Hidup Umar Patek Keberatan
 
• Eksepsi Ditolak, Perkara Umar Patek Dilanjutkan
 
• Umar Patek Tolak Seluruh Dakwaan JPU
 
• Ribuan Polisi Akan Dikerahkan Jaga Sidang Umar Patek
 
• Divonis 27 Bulan Penjara, Istri Umar Patek Pikir-pikir
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]