Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Depok
Polisi-TNI dan Disdukcapil Beji Depok Terus Sisir Kost-Kontrakan Antisipasi Teroris
Tuesday 26 Jan 2016 09:27:42

Ilustrasi. Tampak saat aparat kepolisian sedang melakukan razia.(Foto: Istimewa)
DEPOK, Berita HUKUM - Polresta Depok, Jawa Barat dan jajaran semakin gencar melakukan penyisiran dan ke sejumlah kamar kost-kostan dan kontrakan di wilayah sekitar kota tersebut, ikhwalnya disinyalir sebagai salah satu wilayah rawan pergerakan pelaku teroris di kota Depok.

Dalam operasi itu, yang berlangsung hingga Senin dinihari, Polisi bersama TNI serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok menyisir dan memeriksa sejumlah kamar kos dan kontrakan yang berada di kawasan Margonda, Beji. Depok Senin (25/1).

Operasi ini dilakukan untuk menekan ruang gerak pelaku teroris karena diyakini kerap bersembunyi di kamar kos maupun kontrakan. "Semua penghuni kamar kost yang ada di wilayah ini sudah kami data. Ini guna memastikan identitas mereka, sehingga apa yang tidak kita inginkan bisa terhindar," kata Kompol Ni Gusti Ayu Supiati, selaku Kapolsek Beji usai operasi Razia berlangsung.

Hingga operasi pendataan berakhir, petugas tidak menemukan adanya penghuni kamar kos maupun kontrakan yang mencurigakan. Petugas, hanya mendapati pasangan muda-mudi yang berpacaran hingga larut malam dan diberi teguran.

"Alhamdulillah, sejauh ini masih kondusif. Kami tidak menemukan adanya orang yang mencurigakan. Meski demikian operasi serupa akan semakin gencar kami lakukan," sambung Kanit Reskrim Polsek Beji, AKP. Syah Johan.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Depok
 
Soroti Ganjil Genap di Jalan Margonda Depok, Pengamat: Kebijakan yang Tidak Tepat dan Latah
 
Idris-Imam Resmi Ditetapkan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Depok 2021-2026
 
Ikut-ikutan Kota Bekasi, Ternyata Depok Juga Pengin Gabung Jakarta
 
Pembangunan Underpass Citayam Mendesak
 
Polda Metro Jaya Limpahkan 3 Berkas Tersangka Kasus Korupsi Seragam SD ke Kejati
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]