Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Polisi
Polisi Tembak Mati Pengeroyok Polisi
Friday 30 Mar 2012 14:12:26

Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol. Boy Rafli Amar (Foto: Pedomannews.com)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Dua tersangka pembacokan dan penembak anggota Polrestro Kota Bekasi yang sedang berpatroli, berhasil dilumpuhkan. Bahkan, mereka ditembak mati. Pelaku yang telah ditembak mati di tempat persembunyiannya itu, diduga terkait dengan jaringan teroris.

Penembakan itu terpaksa dilakukan polisi, karena mereka melawaan saat akan diringkus di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten pada Jumat (30/3) dini hari. “Tadinya kami ingin menangkapnya hidup-hidup untuk keperluan pengembangan pemeriksaan. Tapi mereka melawan dan terpaksa melumpuhkan dengan menembak mati pukul 03.00 WIB tadi,” jelas Kabag Penerangan Umum Divhumas Polri, Kombes Pol. Boy Rafli Amar kepada wartawan.

Kedua pelaku yang tewas merupakan pengeroyok terhadap Brigadir Jaka dan rekannya Brigadir Erry Sasongko. Peristiwa ini terjadi, ketika dua petugas itu sedang melakukan tugas patroli rutin di kawasan Kampung Jati, Tambun, Kabupaten Bekasi, Minggu (25/3) lalu.

Setelah kejadian tembak-menembak itu, lanjut dia, pihaknya menurunkan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) untuk melakukan sterilisasi tempat kejadian perkara. "Setelah olah TKP dengan hasil ditemukan dua tersangka yang tertembak mati atas nama Hendra Saputra asal Tasikmalaya dan Dede," imbuh dia.

Ditambahkan, dari tempat kejadian, petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk senjata api revolver, tiga kaleng alumunium powder (bahan peledak), dokumen-dokumen cara perampokan bank, buku bertema jihad, dua unit sepeda motor, lima unit ponsel, dan tiga bilah pisau belati. "Kami menduga mereka terkait jaringan teroris, tapi semuanya masih dalam pengembangan,” tandasnya.(inc/bie)


 
Berita Terkait Polisi
 
Oknum Satreskrim Polres Bekasi Dituding Arogan kepada Seorang Warga Taman Beverly Lippo Cikarang Bekasi
 
Johan Budi Usul Polisi Nakal Jangan Dimutasi
 
Tayangan Patroli Polisi Mengundang Reaksi
 
Viral!! Sopir Truk Dipalak Bawang Sekarung, Oknum Polantas Bandara Soetta Ini Dimutasi
 
Tindak Tegas Oknum Polisi yang Mempermalukan Institusi Polri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]