Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Demo Didepan Istana
Polisi Tangkapi Puluhan Pendemo di Depan Istana
Friday 28 Oct 2011 21:50:26

Pengunjuk rasa di depan Istana Negara (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam mahasiswa se-Jakarta dan Banten berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (28/10). Mereka yang datang sore itu, langsung menggelar spanduk dan atribut yang berisi menuntut SBY dan Boediono turun dari kursi presiden dan wapres.

Begitu tiba di depan Istana, sekitar puluhan mahasiswa langsung melakukan aksi memblokir jalan di depan Istana. Namun, aksi pemblokiran tersebut langsung dibubarkan aparat kepolisian. Tak terima dibubarkan, mahasiswa melawan dan sempat terjadi baku pukul.

Akibat jumlah mahasiswa yang memblokir jalan kalah banyak dengan polisi, mereka sempat berusaha melarikan diri. Namun, polisi tetap mengejarnya. Mereka akhirnya berhasi ditangkap dan langsung digiring ke truk Dalmas untuk dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Sementara ribuan mahasiswa lainnya tetap melakukan aksi di depan Istana. Mereka terus berorasi meminta SBY-Boediono turun. Akhirnya mereka membubar diri, setelah pihak kepolisian memberi peringatan ketiga yang mengancama akan membubarkan paksa terhadap massa. Langkah ini diambil, karena dua kali sudah diperingatkan untuk membubarka diri.

Namun, koordinator pengunjuk rasa, Darwis mengancam akan melakukan unjuk rasa esok harinya. Mereka tetap menuntut hingga SBY-Boediono mundur dari kursi jabatannya itu . mereka juga akan melakukan perlawanan terhadap polisi yang berada di garda terdepan membela SBY-Boediono. Apalagi, para polisi telah melakukan tindakan represif terhadap rekan mereka itu.(tnc/wmr)


 
Berita Terkait Demo Didepan Istana
 
Massa Buruh ke Istana, Lalu Lintas Macet
 
Ribuan Buruh Demo di Depan Istana Presiden dan Kemenkeu
 
Polisi Tangkapi Puluhan Pendemo di Depan Istana
 
Bentrok di Depan Istana, Dua Pendemo Diamankan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]