Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pemalsuan
Polisi Tangkap Pembuat Kosmetik Palsu
2016-08-05 17:31:34

Kanit V Subdit Indag, Kompol Bintoro dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono (tengah) saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (5/8).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Petugas Unit V Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap penjualan kosmetik palsu yang dilakukan seorang pria berinisial FL (28). FL ditangkap di jalan Raya Villa Mutiara Pluit Kelurahan Periuk, Kecamatan Jati Uwung, Kota Tangerang.

Kosmetik diproduksi FL secara otodidak dan dilabeli dengan sebuah merek berinisial 'HN'. Tersangka diduga tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kanit V Subdit Indag, Kompol Bintoro menyampaikan FL setelah memproduksi sendiri dan dikemas dengan merek yang dipalsukan, lalu menjualnya secara online.

"Kosmetik, sabun cair pembersih muka dan sabun cair pembersih badan dijual Rp 25.000 per botol dan Rp 100.00 per paket," kata Kompol Bintoro di Polda Metro Jaya, Jumat (5/8).

FL membeli bahan-bahan komestik, pembuat sabun cair pembersih muka dan sabun cair pembersih badan di Pasar Asemka, Jakarta Barat.

"Tersangka ide awalnya ketika melihat siswi di SMK memakai produk kosmetik pembersih wajah. Kemudian tersangka mencari bahan baku berupa sabun untuk membersihkan muka dan badan di pasar Asemka dan memproduksi sendiri," ujarnya.

Dalam pembuatan kosmetik tersebut, pelaku mencampurkan zat pewarna makanan agar kosmetik tersebut berwarna lebih cerah. Kosmetik tersebut sangat berbahaya jika dikonsumsi masyarakat. Pasalnya, produk tersebut belum diuji oleh BPOM RI.

"Efek sampingnya bisa gatal-gatal dan panas di wajah. Selain itu dimungkinkan jika dikonsumsi terus menerus bisa menyebabkan kanker kulit," paparnya.

Bintoro menjelaskan, saat ini kosmetik tersebut sedang diuji di laboratorium. Hal tersebut untuk mencari tahu apakah produk tersebut mengandung merkuri atau tidak.

"Campuran zat kimia masih kami uji di laboratorium, karena kami khawatirkan mengandung merkuri," ucapnya.

Bintoro mengungkapkan, dari pengakuan tersangka, ia mulai bisnis ilegal ini sejak Maret 2016 lalu. Dalam memproduksi kosmetik palsu tersebut ia dibantu dengan 3 orang karyawan.

"Keuntungan yang diperoleh dari bisnis ini bisa mencapai Rp 37,5 juta hingga Rp 75 juta," jelasnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 197 dan Pasal 106 ayat (1) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar serta Pasal 62 ayat (1 ) dan Pasal 9 ayat (1) UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar.(bh/as)


 
Berita Terkait Pemalsuan
 
• Terbukti Bersalah, Hakim PN Samarinda Vonis Terdakwa Rahol 1, 6 Tahun Penjara
 
• Direktur Ko Diduga Palsukan Surat Dilaporkan Komisaris ke Polisi, Perkaranya Tahap Penyidikan
 
• Diungkap! Proses Penahanan Tersangka Pemalsuan Dokumen IUP PT Bintangdelapan
 
• Tak Hanya Diduga Lalai SOP, Oknum Bank Pemerintah Juga Disebut Terbukti Palsukan Resi Jasa Pengiriman
 
• Polri Tangkap Produsen Oli Kemasan Palsu Beromset Miliaran Rupiah per Bulan di Jawa Timur
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]