Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Kemenhub
Polisi Tangkap Pembuat Dokumen Palsu Buku Pelaut
2016-11-14 08:55:49

Tampak Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto, saat jumpa pers, Minggu (13/11).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Resmob Polda Metro Jaya menangkap pembuat dokumen palsu buku pelaut, yang merupakan sertifikat bagi para pelaut.

Polisi masih mengembangkan kasus ini. Rencananya, Minggu depan, penyidik akan memanggil pihak dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Diduga dalam pembuatan buku pelaut ada keterlibatan dari orang dalam Kemenhub.

"Pelaku menjual buku pelaut kepada para pelaut yang belum memiliki izin untuk melaut," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto, Minggu (13/11).

Panit IV Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Iptu Verdika Bagus Prasetyo menambahkan pemalsuan buku pelaut ini sudah dilakoni pelaku lebih dari setahun.

"Jadi sertifikat ini semacam SIM bagi para pelaut. Sebelum melaut mereka harus memiliki izin dulu," katanya.

Ada tiga tersangka dalam kasus ini yang diciduk petugas di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Tak hanya ke oknum Kemenhub, pelaku juga mendistribusikan sendiri sertifikat ini bagi para pelaut.

"Selain membuat, dia juga mendistribusikan sendiri sertifikat ini di wilayah Jakarta Barat," paparnya.

Bermodal printer dan sablon, pelaku mampu membuat desain sertifikat sama persis dengan yang asli. Bahkan pada setiap sertifikat pelaku membuat nomor seri yang berbeda-beda.

"Pelaku melihat duhulu sertifikat yang asli, desainnya seperti apa kemudian dibuat di-corel draw. Ini sangat mirip, hampir tidak bisa kita bedakan karena ada nomor serinya. Tiap sertifikat memiliki nomor seri yang beda, satu sertifikat buku pelaut di jual sekitar Rp 200 ribu," jelasnya.

Diduga dalam pembuatan buku pelaut melibatkan tiga oknum Kemenhub, yang masih dalam pengembangan.(bh/as)


 
Berita Terkait Kemenhub
 
• OTT Uang Miliaran di 33 Tas, KPK Tetapkan Dirjen Hubla Kemenhub Jadi Tersangka
 
• Antisipasi Buku Pelaut Palsu, Syahbandar Samarinda Cek Rutin Keluar Masuk Kapal
 
• Polisi Tangkap Pembuat Dokumen Palsu Buku Pelaut
 
• Tiga Oknum PNS Kemenhub Resmi Jadi Tersangka OTT Pungli
 
• Kapolri Lakukan OTT Pungli di Kemenhub
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]