Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Hacker
Polisi Tangkap Hacker WNA Nigeria Tipu Perusahaan Asal Yunani
2016-03-26 23:13:16

Ditreskrimsus Kombes Mujiono di dampingi AKBP Purbaya dan Kompol Khairudin di Polda Metro Jaya, Sabtu (26/3).(Foto: BH/as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, menangkap dua tersangka penipuan melalui media elektronik melakukan hacker berinisial KIA (37) dan ODI (32). Keduanya diamankan saat berada di Bandara Soekarno-Hatta. Sementara satu pelaku masih dalam status daftar pencarian orang (DPO) yang berinisial C.

Ditreskrimsus Kombes Mujiono mengatakan kedua tersangka melakukan penipuan terhadap sebuah perusahaan di negara Yunani. Sementara tersangka beroperasi memperdaya korban dari Semarang, Jawa Tengah.

"Caranya melakukan hacker terhadap email, di mana korban menerima email, yang menyerupai email rekan bisnis korban," ujar Mudjiono di Polda Metro Jaya, Sabtu (26/3).

Mujiono menerangkan perusahaan AI berasal dari negara Yunani bekerjasama dengan perusahaan SS negara Korea Selatan terkait perawatan dan pemeliharan tiga unit kapal. Dalam kontraknya, perusahaan AI mempunyai kewajiban membayar jasa terhadap perusahaan SS di Korea Selatan, pembayaran menurut perjanjian harus dibayar sesuai jadwal.

"Sekitar tanggal 12 Februari 2016, perusahaan AI mengirimkan email kepada perusahaan SS. Intinya pemberitahuan kesepakatan tentang anggaran biaya pemeliharaan tiga kapal milik AI," katanya.

Tidak lama kemudian, pada 16 Februari 2016 AI menerima email balasan dari akun berbeda yang mengatasnamakan perusahaan SS. Isinya tak lain berupa tagihan jasa pemeliharaan kapal AI. Tidak lupa tersangka mengirimkan nomor rekening baru, dan berdalih di Korea Selatan sedang ada pemeriksaan pajak.

"Menggunakan akun email lain, tersangka mengrimkan rekening baru, yakni bank swasta di Semarang atas nama Marina Darmawan. Seharusnya korban membayar ke rekening bank SS di Korea," jelasnya.

Lanjut Mujiono, pada 18 Februari 2016 AI memutuskan membayar tagihan perawatan kapal tersebut sesuai rekening dari email palsu milik tersangka. Korban membayar dengan uang sebesar USD 749.029.00 atau setara dengan Rp 9 miliyar lebih.

Petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, berupa beberapa Kartu Tanda Penduduk (KTP) laptop, laptop, beberap buku tabungan dan ATM.

Pelaku dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan. Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (1) UU RI No.11 tahun 2008 tentang ITE. Pasal 3,4,5 UU RI No.8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Pasal 82, 85 UU RI No.3 tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana.(bh/as)


 
Berita Terkait Hacker
 
Buru Hacker DarkSide, AS Tawarkan Hadiah Setara Ratusan Miliar Rupiah Bagi Pemberi Informasi
 
Polri Selidiki Data 1,3 Pengguna eHAC Diduga Bocor
 
2 Hacker Indonesia Bobol Bansos Covid-19 Amerika Serikat USD60 Juta
 
Polisi Tangkap Hacker 1.309 Situs di Sleman Yogyakarta
 
Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya Menangkap 3 Hacker dari Surabaya BlackHat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]