Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Singapura
Polisi Bekuk Pelaku Pembunuh WN Singapura
Thursday 13 Oct 2011 20:26:05

Ilustrasi (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (12/10) malam, membekuk pelaku pembunuhan terhadap WN Singapura Chelapan Karunandhi. Korban ditemukan rewash di apartemen Mall Of Indonesia (MOI), Blok City Home Miami City, kamar 1621, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (8/10) lalu.

Pelaku diduga Eddy Hidayat (20), yang sehari-hari sebagai petugas kebersihan (cleaning service) dibekuk petugas.Saat dibekuk, ia yang sedang makam pecel lele di depan Apartemen tersebut tidak melakukan perlawanan. Ia pun langsung digiring ke Mapolres Metro Jakarta Utara. Diduga motif pelaku menghabisi warga asing itu, karena ingin memiliki harta korban.

"Kami membekuk tersangka EH pada beberapa hari setelah kejadian. Dari pemeriksaan sementara, kami menduga motif pembunuhan tersebut ingin menguasai harta milik korban. Hal itu terlihat dari barang-barang korban yang hilang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Irwan Anwar kepada wartawan, Kamis (13/10).

Menurut Irwan, peristiwa pembunuhan tersebut, berawal saat korban memanggil tersangka untuk membersihkan ruangannya. Pasalnya, pelaku memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik ketimbang pekerja lainnya . Korban menelpon pelaku yang saat itu sudah selesai bekerja dan berada di kamar kosnya di kawasan Plumpang, Jakarta Utara.

“Korban menelpon pelaku yang sudah di kamar kosnya. Pelaku akhirnya mendatangai kamar korban di apartemennya. Selesai membersih ruangan korban biasanya memberi uang, kali ini tidak. Secara diam-diam, korban mengambil pisau dari dapur dan menarik korban lalu menghabisinya," jelas Irwan.

Setelah membunuh dan mengambil harta korban, Lanjut dia, pelaku sempat kabur ke rumah orang tuannya di Sidoarjo, Jawa Timur. Barang curian seperti Laptop dijualnya di sana. Uangnya digunakan untuk biaya transportasi dan makan dalam perjalanan. Saat dibekuk uang hasil penjualan tinggal Rp 400 ribu.

Dari tangan tersangka, polisi hanya berhasil menyita satu unit ponsel milik tersangka, satu unit ponsel milik korban, dua kartu kredit milik korban yakni kartu kredit Standard Chartered Bank dan HSBC serta moden merek Smartfren. “Pelaku masih kami proses lebih lanjut,” tandasnya.(pkc/irw)


 
Berita Terkait Singapura
 
Halimah Yacob, Terpilih Menjadi Presiden Wanita Pertama Singapura
 
Kekeringan Terburuk di Singapura Sejak 1869
 
Singapura Dakwa 24 Warga India Pasca Rusuh
 
Panglima TNI Bersama Panglima AB Singapura Pimpin Sidang CARM-INDOSIN
 
Angelina Sondakh Diiisukan Sempat Pelesiran ke Singapura
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]