Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pornografi
Polisi Amankan 56 Pelaku Pesta Seks Sejenis, 9 Ditetapkan Tersangka
2020-09-02 19:45:49

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Jatanras Ditreskrimum PMJ memperlihatkan barang bukti berupa kondom dan pelumas alat vital.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan 56 pria pelaku yang diduga kuat sebagai gay, terlibat kasus yang sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan atau melanggar undang-undang Pornografi.

Dari 56 pelaku itu, 9 pria pelaku ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti menjadi penyelenggara pesta seks sesama jenis di salah satu apartemen wilayah Jakarta Selatan.

"Diamankan 9 tersangka, mereka adalah penyelenggara pesta seks sesama jenis," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, dalam konferensi pers, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/9).

Yusri menyebutkan, kesembilan pelaku atau penyelenggara tersebut masing-masing inisial TRS, SP, BA, NA, KG, NM, RP, A, dan HW. Mereka memiliki peran masing-masing.

"TRS penyelenggara langsung, dia yang menyewa hotel dan menetapkan tarif masuk bagi para peserta," ujarnya.

"TRS membuat undangan dan menyiapkan tempat, undangan dengan nama kumpul-kumpul pemuda dalam rangka memperingati HUT RI," terang Yusri.

Lanjut Yusri membeberkan, para tersangka (penyelenggara) mempunyai komunitas di media sosial WhatsApp dan Instagram.

"Mereka punya komunitas namanya HOT SPACE di group WhatsApp dan instagram @hotspace.indonesia. Anggotanya 150 orang, berdiri sejak Februari 2018 dan akun instagram memiliki follower sekitar 80 orang," ujar Yusri.

Ia juga mengatakan, para penyelenggara sudah 6 kali menggelar acara serupa di hotel maupun apartemen.

"Dari hasil penyelidikan sementara, apa yang mereka lakukan ini untuk kesenangan saja dan belum ada motif uang," kata Yusri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 296 KUHP tentang mengambil keuntungan dengan mengadakan perbuatan cabul dan Pasal 36, 33, dan 27 UU no 44 tahun 2008 tentang pornografi.(bh/amp)


 
Berita Terkait Pornografi
 
• Polisi Tetapkan Artis Gisel sebagai Tersangka Kasus Video Syur
 
• Tersangka Penyebar Video Porno Petinggi PDI Perjuangan Ternyata Kader PDIP Juga
 
• Gisel Tidak Membenarkan atau Membantah Ada Video Syur Mirip Dirinya, 'Aku Bingung Klarifikasinya'
 
• Polda Metro Gelar Rekonstruksi Pesta Seks Sejenis, Ada 26 Adegan dan 3 Tahapan
 
• Polisi Amankan 56 Pelaku Pesta Seks Sejenis, 9 Ditetapkan Tersangka
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]