Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Mahkamah Konstitusi
Polda Metro Jaya Ambil Alih Kasus Kerusuhan MK, 2 Orang Jadi Tersangka
Friday 15 Nov 2013 14:28:34

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja (FOTO: Berita HUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepolisian Metro Jakarta Pusat sejauh ini telah menetapkan 2 orang sebagai Tersangka dalam aksi brutal dan pengerusakan di dalam ruang sidang gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Sebelumnya Polisi di bawah pimpinan langsung Kasat Reskrim, Polres Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja, dengan cepat telah berhasil mengamankan 15 orang, terkait aksi kerusuhan yang dipicu penolakan terhadap keputusan sidang Pilkada Maluku pada Kamis, (14/11) kemarin.

Untuk selanjutya Polres Jakarta Pusat melimpahkan penanganan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Alasan pelimpahan tersebut karena dianggap kasus tersebut merupakan peristiwa besar.

"Karena kasus pengerusakan ini sangat menonjol, dan menarik perhatian publik, maka diambil alih Polda," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan, Jumat (15/11).

Sementara itu, salah seorang Cawagub Pilgub Maluku Daut Sangaji, sudah selesai diperiksa dan dilepaskan, statusnya hanya sebagai Saksi, Cawagub Pilgub Maluku yang mengajukan gugatan ke MK Daud Sangaji mengaku mengenal dengan para pelaku pengerusakan di gedung MK. Daud Sangaji juga membantah keras bahwa, massa tersebut merupakan orang-orang bayarannya.

"Mereka saudara kita yang peduli dengan Maluku," ujar Daud usai diperiksa penyidik Polres Jakarta Pusat, Jumat (15/11).

Daud mengatakan peristiwa kerusuhan dan pengerusakan tersebut terjadi begitu saja, spontanitas. Mereka bergerak tanpa komando, Daud mengatakan, dirinya hanya diperiksa sebagai Saksi, dan sempat di periksa selama satu malam.

Sementara, di Markas Polda Metro Jaya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Rikwanto, membenarkan 2 orang telah ditetapkan sebagai Tersangka dalam kerusuhan di MK ini.

“Selain menetapkan dua orang sebagai tersangka, 13 di antaranya masih menjalani pemeriksaan intensif,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, Jumat (15/11).

Kedua Tersangka adalah atas inisial MS dan FS. Keduanya dijerat dengan Pasal 170 Jo 406 KUHP, tentang kekerasan terhadap orang dan barang dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. Dan ke 2 orang tersangka tersebut berasal dari penggugat sengketa Pilgub Maluku.(bhc/put)


 
Berita Terkait Mahkamah Konstitusi
 
Massa Aksi KaPK Datangi PTUN Jakarta, Minta Anwar Usman Tidak Didzalimi
 
MKMK Berhentikan Anwar Usman dari Jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi
 
Sekjen MK Kupas Tuntas Sengketa Kewenangan Lembaga Negara
 
Paripurna DPR RI Setujui RUU MK Menjadi Undang-Undang
 
Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]