Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Sony
PlayStation Network Kena Hack, Sony Didenda Rp 3,8 Miliar
Monday 28 Jan 2013 10:38:08

PlayStation.(Foto: Ist)
INGGRIS, Berita HUKUM - Badan pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi pada Sony terkait bobolnya sistem PlayStation Network. Dikatakan, kasus itu adalah pembobolan sistem online terluas yang pernah terjadi.

Sejatinya pembobolan terjadi tahun 2011 silam. Namun akibat proses hukum yang terbilang lama, Sony baru dikenakan sanksi sekarang. Sony dijatuhi sanksi denda USD 395 ribu atau sekitar Rp 3,8 milyar oleh Komisi Informasi Inggris.

Jumlah denda yang dijatuhkan sejatinya tidak begitu besar bagi perusahaan sekelas Sony. Namun akibat hack tersebut, pengguna yang menggunakan layanan PlayStation Network jumlahnya sempat menurun signifikan.

Penurunan diduga akibat hilangnya kepercayaan pengguna PlayStation Network. Mereka kini lebih hati-hati menggunakan layanan yang ditawarkan bagi pengguna konsol game PlayStation tersebut.

Wajar bila pengguna PlayStation Network sempat ragu. Kasus hack ini mengakibatkan 77 juta akun pengguna rentan terhadap ancaman mengingat nama pengguna, alamat, tanggal lahir, email, hingga data kartu kredit merupakan dugaan kuat tujuan pembobolan tersebut.

Dikutip oleh detikINET dari Arstechnica, Minggu (27/1/2013), kasus inisempat memaksa Sony mematikan sejumlah server miliknya yang menangani PlayStation Network selama tiga minggu. Hingga akhirnya pihak internal Sony berhasil memperbaiki kerusakan yang terjadi.(dtk/bhc/rby)


 
Berita Terkait Sony
 
• Tanggapan CEO Sony dengan Serangan Peretas
 
• Sony Siapkan Android Cyber-Shot dan Walkman
 
• Sony Center Kini Ada di Gandaria City
 
• PlayStation Network Kena Hack, Sony Didenda Rp 3,8 Miliar
 
• Sony Akan Jual Kantor Pusatnya di AS
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]