Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Kasus Penipuan TKI
Petugas Kejaksaan Baku Hantam Dengan Terdakwa
Thursday 01 Nov 2012 17:33:28

Kejaksaan Negeri Tangerang.(Foto: Ist)
TANGERANG, Berita HUKUM - Terdakwa kasus penipuan TKI Hading Mewar terlibat baku hantam dengan para petugas Kejaksaan Negeri Tangerang di ruang tahanan Pengadilan Negeri Tangerang. Insiden baku hantam itu terjadi pada pukul 11.30 WIB siang kemarin.

Saat itu, Hading yang baru tiba di PN Tangerang hendak dimasukkan ke ruang tahanan oleh seorang petugas kejaksaan, Arief Hadi. Saat hendak dimasukkan, Arief sempat memeriksa borgol yang mengikat tangan Hading. Tidak terima dengan perlakuan Arief, Hading memarahi petugas tersebut. Arief kemudian balik membentak Hading. Karena terpancing emosi, Hading langsung memukul Arief. Seketika itu juga langsung terjadi baku hantam antara keduanya.

"Dia pukul duluan, saya pukul balik," tutur Arief saat ditemui di Kejaksaan Negeri Tangerang yang terletak persis di samping PN Tangerang, Rabu (31/10).

Para petugas kejaksaan yang melihat kejadian tersebut langsung membantu Arief dan menyerang Hading. Tak lama kemudian, keributan bisa diredakan oleh Kasi Pidum Kejari Tangerang Andi DJ Konggoasa. Setelah ditenangkan, Hading kembali berulah. Kali ini dia mengeluh sakit pada bagian kepala. Petugas pun segera membawanya ke rumah sakit.

Andi menuturkan apa yang terjadi hanyalah sensasi yang kerap dilakukan Hading. Andi juga mengatakan, Hading adalah seorang residivis yang sudah tiga kali divonis untuk kasus yang sama.

"Hading itu seorang residivis dan sudah tiga kali divonis untuk kasus yang sama. Dia juga sering berulah, jadi kami tahu dia cuma akting," ujarnya.(kjs/bhc/rby)


 
Berita Terkait Kasus Penipuan TKI
 
• Petugas Kejaksaan Baku Hantam Dengan Terdakwa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]