Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Peternakan
Peternak Rakyat Resahkan Melambungnya Harga Jagung
2017-04-02 08:27:01

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat menerima Paguyuban Peternak Rakyat Nasional di Senayan, Jakarta, Kamis (31/3).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sejumlah Peternak Rakyat yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nasional mendatangi DPR untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka meresahkan harga jagung sebagai pakan ternak yang melambung tinggi, sedangkan harga jual telur tidak mampu menutupi harga jagung.

"Hal ini bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, tetapi yang harus dicari jalan keluarnya adalah perlindungan terhadap harga di tingkat petani karena nilai tukar yang akan menentukan kesejahteraan petani kita," ungkap Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat menerima Paguyuban Peternak Rakyat Nasional di Senayan, Jakarta, Kamis (31/3) malam. Kepada peternak rakyat, Fadli meminta bahan tertulis sehingga tuntutannya bisa segera diteruskan kepada pemerintah.

Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron yang mendampingi Fadli Zon mengatakan, situasi ini seringkali terjadi di tingkat produsen sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. "Pengaduan para peternak unggas ini sedang kami dalami di Komisi IV," ujarnya.

Menurutnya, untuk mengatasi masalah tersebut, ada beberapa solusi yang bisa dijalankan salah satunya pemberian subsidi. "Dengan cadangan pakan yang tersedia, bisa memberikan subsidi terhadap harga jagung, sehingga harga bisa lebih rendah dan peternak bisa terus menjalankan usahanya," papar Herman

Agar hal seperti ini tidak terjadi lagi, Herman meminta Bulog harus menetapkan harga acuan terendah dan tertinggi di tingkat produsen hingga konsumen. "Walaupun ini sudah berjalan, tinggal bagaimana menekankan bahwa ini menjadi kewajiban pemerintah untuk mempertahankan harga di tingkat produsen. Namun, di sisi lain tidak menekan ataupun menjadi faktor penekan hingga naiknya harga di tingkat pasar," tegasnya.

"Dalam jangka pendek, Komisi IV akan rapat dengan Menteri Pertanian sejauh mana solusi yang ditawarkan pemerintah. Kita akan cari titik tengahnya, yang terpenting adalah bagaimana usaha rakyat mendapat perhatian khusus dari DPR dan Pemerintah," tandasnya.

Sebelumnya, ribuan para peternak Blitar yang tergabung Dalam PPRN menyampaikan aspirasinya di depan Istana Kepresidenan dan diterima oleh perwakilan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Mereka mempertanyakan penyebab harga pakan yang terus meningkat sementara harga telur semakin anjlok.

Di sisi lain, saat harga jagung sebagai pakan yang terus melambung tinggi, justru berhembus kabar pemerintah melakukan ekspor jagung."Kami heran di dalam negeri harga jagung semakin naik, semakin sulit didapatkan tapi kok ada di informasi malah di ekspor," ujar salah satu peternak Blitar.

Sementara, terkait dengan anjloknya harga telur, mereka berpendapat hal ini disebabkan adanya investor asing yang menguasai dari produksi hingga ke pasar sehingga harga di konsumen lebih murah karena tidak melalui distributor. "Akibatnya, harga kita kalah bersaing, jatuh dan mengikuti harga mereka karena peternak rakyat itu kan lewat distributor," ujarnya dengan menambahkan, jika hal ini terus berlangsung maka tidak menutup kemungkinan para peternak akan menggulung tikar.(ann,mp/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Peternakan
 
• PKS: Peternak Menjerit, Kenapa Presiden Diam Saja?
 
• Peternak Ayam Petelur Ngadu Sulit Dapat Pakan Jagung
 
• Peternak Rakyat Resahkan Melambungnya Harga Jagung
 
• Program Sejuta Ternak Pacu Peningkatan Ekonomi
 
• Peternak Keluhkan Kegagalan Reproduksi Sapi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]