Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Air
Petani Bali Mulai Rasakan Krisis Air
Wednesday 03 Aug 2011 01:21:25

Ilustrasi. Krisis Air.(Foto: BeritaHUKUM.com/coy)
TABANAN-Prediksi tahun 2015 Bali akan mengalami krisis air, hampir mendekati kenyataan. Tanda-tanda ke arah itu sudah dirasakan oleh petani di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Akibat krisis air, sebanyak 15 hektar lahan sawah petani setempat kekeringan. Selain karena jebolnya talang air saluran subak, krisis air juga disebabkan karena tidak adanya mata air yang mampu mengaliri sawah di desa tersebut.

Kelihan Subak Banjar Samsam, I Made Lantika, Selasa (2/8) mengatakan, akibat krisis air petani setempat terpaksa merugi. Mereka tidak dapat mengolah sawah dan beralih menjadi buruh bangunan. “Kondisi ini disebabkan karena talang air jebol, sawah kami pun mengering,” jelasnya.

Kekurangan air sudah sering terjadi namun kondisi terparah terjadi saat ini. Terdapat 47 petani yang mengalami kerugian akibat kekeringan air tersebut.

Meski kekurangan air, petani setempat berusaha menanam palawija. Namun upaya itu gagal, karena tidak ada sedikit pun pasokan air yang menggenangi sawah petani setempat.

“Kami hanya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan perbaikan talangan air kami yang jebol, sehingga sawah kami kembali bisa ditanami,” katanya berharap.(bbc/gre)


 
Berita Terkait Air
 
Viral Konten Dedi Mulyadi soal Sumber Air Aqua, Ini Klarifikasi AQUA
 
Baharudin Demmu: Beberapa Daerah di Kukar Masih Mengalami Kesulitan Air Bersih
 
Wahh, Air di dalam Botol Aqua dan Nestle Mengandung 'Partikel Plastik'
 
Negara Mutlak Berkuasa Atas Air
 
KAT Sosialisasi Air Ajaib 'Kangen Water' pada Ibu PKK Sukapura
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]