Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Gerakan Anti Korupsi
Pesan Sebuah Kain Perca
Saturday 05 Dec 2015 09:22:42

Pesan antikorupsi.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Apa yang bisa dilakukan dengan bentangan kain berukuran 600 cm persegi? Bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kain ini bisa memberikan pesan antikorupsi kepada khalayak yang lebih luas.

Ini yang dilakukan KPK bersama Komunitas Rumpun Indonesia dengan menggelar penggalangan Kain Perca Integritas pada Senin (30/11) lalu, di depan Gedung KPK, Jakarta. Para partisipan dapat menempelkan cap telapak tangan dengan cat berwarna sekaligus menuliskan pesan antikorupsi.

Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Antikorupsi Sedunia yang diperingati setiap 9 Desember, sekaligus sebagai wujud dukungan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Para partisipan itu terdiri dari para pegawai KPK, awak media yang bertugas di KPK, maupun para tamu. Tak terkecuali Wakil Ketua Sementara KPK Johan Budi SP, yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Ia berharap, gerakan sekecil apapun mampu berkontribusi dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi.

“Meski hambatan selalu ada, KPK berharap bisa bersama gerakan masyarakat dalam melawan korupsi,” katanya.

Johan juga menuliskan pesan antikorupsinya, "Ini merupakan gerakan untuk menarik publik agar peduli terhadap pemberantasan korupsi, sekaligus untuk menghidupkan marwah pemberantasan korupsi," tulisnya yang disertai cap tangan berwarna merah.

Sementara itu Anggota Komunitas Rumpun Indonesia Indra Bayu mengatakan aksi ini terbuka untuk umum dan digalang di 10 kota di Pulau Jawa dan Bali. Pihaknya menargetkan dapat mengumpulkan 10 ribu cap tangan.

"Sekarang sudah 8 ribu. Tujuannya supaya semua masyarakat dari berbagai kalangan mendukung gerakan antikorupsi,” katanya.(kpk/bh/sya)


 
Berita Terkait Gerakan Anti Korupsi
 
Stranas PK Luncurkan 15 Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2023-2024
 
Guru Ngaji Doakan Keselamatan Firli, Diminta Pantang Mundur Berantas Korupsi
 
Cegah Korupsi Sektor Politik Melalui Sistem Integritas Partai Politik (SIPP)
 
Firli Bahuri: Bahaya Laten Korupsi Harus Diberantas Sampai ke Akarnya
 
MA Respon Saran KPK, Perkuat Kolaborasi Cegah Korupsi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]