Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pemilu 2014
Perubahan Peta dan Lesunya Efek Jokowi
Thursday 10 Apr 2014 08:38:04

Ilustrasi. Sekitar 185 juta orang menggunakan hak pilihnya pada 9 April, tampak suasana penghitungan suara Pemilu Legislatif 2014 di TPS 24 Pamulang Timur, Rabu (9/4).(Foto: BH/coy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Setidaknya ada dua hal yang bisa disimak dalam hasil hitung cepat pemilu legislatif, yaitu perubahan peta politik dan kurang maksimalnya efek Jokowi.

Hitung cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei seperti CSIS-Cyrus, Indikator Politik, dan Lingkaran Survei Indonesia menempatkan PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu legislatif dengan persentase sekitar 19%.

Sementara itu, di tempat kedua dan ketiga ditempati Golkar dan Gerindra.

Menurut Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro, hasil hitung cepat Klik pemilu legislatif ini menunjukkan pergeseran partai-partai besar.

Pada 2009, tiga partai besar diduduki oleh Partai Demokrat, Golkar dan PDI Perjuangan, tetapi kini dukungan kepada PDI Perjuangan dan Gerindra meningkat cukup signifikan sehingga menggeser Partai Demokrat yang elektabilitasnya menurun.

"Tiga partai besar ini tentunya akan memikirkan untuk membangun koalisi yang perhitungannya berubah dengan pemilu sebelumnya," jelas Siti Zuhro kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.
"Jadi belajar dari yang sebelumnya, yang harus dibangun (sekarang) bukan koalisi besar, tetapi koalisi yang sedang tapi menjamin soliditas partai," sambungnya.

Efek Jokowi tak maksimal

Naiknya PDI Perjuangan ke posisi puncak sudah diprediksi sebelumnya. Namun perolehan suara sekitar 19% - berdasarkan hitung cepat - ternyata cukup mengejutkan karena banyak survei yang memprediksi perolehan suara bisa mencapai 30%, Klik didorong oleh pencapresan Jokowi.

Menurut Kennedy Muslim dari Indikator Politik, efek Jokowi kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh PDI Perjuangan.

"Survei yang kami lakukan tiga minggu sebelum pencoblosan menunjukkan ada 30% pemilih yang tidak tahu jika Jokowi sudah dicapreskan," katanya.

Lemahnya efek Jokowi diakui oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari. "Waktu yang mepet, sehingga kita tidak bisa buat reklame dan iklan (Jokowi) yang banyak, karena dominannya kan Ibu Puan dengan Ibu Mega."

"Selain itu, televisi dan media yang punya kepentingan politik tidak pernah memberitakan PDI Perjuangan, walaupun ada isinya negatif. Jadi memang banyak faktor yang membuat efek tidak maksimal. Selain dari internal, dari media juga.".(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]