Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Jakarta
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Melaju Pesat
Tuesday 07 Feb 2012 00:55:12

Tingginya pertumbuhan ekonomi Jakarta, tak lain disebabkan kondisi politik dan keamanan yang terus kondusif di wilayah ibu kota. Hal ini berdampak baik bagi pertumbuhan perekonomian DKI Jakarta (Foto: BeritaHUKUM.com))
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Sepanjang tahun 2011, pertumbuhan ekonomi Jakarta melaju pesat dibadingkan dengan lainnya. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta mencapai 6,6 persen atau lebih tinggi 0,1 persen dibanding PDB Nasional yang hanya mencapai 6,5 persen.

Bahkan, ibu kota RI berada pada peringkat pertama pertumbuhan ekonomi tertinggi yang menyumbangkan pertumbuhan bagi perekonomian Indonesia. Buktinya, sepanjang triwulan IV tahun lalu, 57,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) disumbangkan oleh provinsi-provinsi di Pulau Jawa dengan urutan sebagai berikut, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Tingginya pertumbuhan ekonomi Jakarta, tak lain disebabkan kondisi politik dan keamanan yang terus kondusif di wilayah ibu kota. Hal ini berdampak baik bagi pertumbuhan perekonomian DKI Jakarta,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat Suryamin di Jakarta, Senin (6/2).

Menurut dia, struktur perekonomian Indonesia pada triwulan IV tahun 2011 masih didominasi provinsi-provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi PDB sebesar 57,5 persen. Lalu, diikuti provinsi-provinsi di Pulau Sumatera sebesar 23,6 persen, Pulau Kalimantan 9,7 persen, Pulau Sulawesi 4,6 persen dan sisanya provinsi lainnya sebesar 4,6 persen.

Berdasarkan perbandingan provinsi-provinsi di Indonesia, ungkap dia, tiga provinsi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia di Pulau Jawa yakni, DKI Jakarta sebesar 16,5 persen, Jawa Timur sebesar 14,7 persen dan Jawa Barat sebesar 14,3 persen. “Pertumbuhan perekonomian yang paling tinggi di Indonesia terjadi di Provinsi DKI Jakarta,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Agus Suherman mengatakan, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV tahun 2011 diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,8 persen dibandingkan nilai triwulan III tahun 2011.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut didorong oleh hampir semua sektor ekonomi, kecuali sektor pertanian dan sektor pertambangan-penggalian. Dengan pertumbuhan terbesar dicapai oleh sektor pengangkutan-komunikasi sebesar 4,4 persen, sektor jasa-jasa 2,6 persen, dan sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 2,0 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 28,9 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar 2,1 persen, dan ekspor sebesar 1,7 persen.

“Namun, secara kumulatif PDRB DKI Jakarta tahun 2011 tumbuh sebesar 6,7 persen dibandingkan dengan tahun 2010. Ini yang mengakibatkan pertumbuhan perekonomian di DKI Jakarta mengalami percepatan signifikan dan memberikan sumbangan terbesar bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia,” jelas Agus.(bjc/irw)


 
Berita Terkait Jakarta
 
• Omzet Toko Daging Dharma Jaya di Kembangan Capai Ratusan Juta
 
• Presiden dan Wakil Presiden RI Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Anies Baswedan
 
• Gelar Acara 'Jakarta Menyapa', Gubernur Anies Apresiasi Peran Kader PKK Menjaga Kesejahteraan Keluarga
 
• Survei CSIS Bertolak Belakang dengan Data BPS, Tingkat Kesempatan Kerja di DKI Jakarta Meningkat
 
• KPw BI DKI Jakarta Sebut Transaksi Digital QRIS di Jakarta Luar Biasa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]