Aceh Utara merupakan lumbung Migas, namum ketika nilai minyak" /> BeritaHUKUM.com - Pertumbuhan Ekonomi Aceh Utara Melambat

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Aceh Utara Melambat
Friday 22 Mar 2013 21:31:45

Ir. Hamdani.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
ACEH UTARA, Berita HUKUM - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Utara mencatat angka pertumbuhan sektor ekonomi melambat. "Benar, faktor utamanya dipengaruhi pendapatan Migas," kata Ir. Hamdani, kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Jum'at (22/3).

Aceh Utara merupakan lumbung Migas, namum ketika nilai minyak dan gas itu tinggi, maka otomatis pertumbuhan ekonomi juga meningkat dan begitu juga sebaliknya. Dijelaskanya, tahun lalu pertumbuhan ekonomi di Aceh Utara sempat tercatat di level tertinggi.

Hasil Migas saat itu sangat melimpah, namun beberapa tahun kemudian sumber Migas mulai turun bahkan anjlok dari tahun-ketahun sehingga ekonomi masyarakat lemah. Hal ini dikarenakan ketergantungan masyarakat Aceh Utara terhadap Migas sangat tinggi.

Ketergantungan inilah yang membuat masyarakat menjadi enggan mencari sumber lain yang bisa mengimbangi sumber Migas itu. "Ini adalah penyebab utamanya ekonomi menurun," ujar Hamdani

BPS Aceh Utara mencatat, bahwa pertumbuhan ekonomi di Aceh Utara di tahun 2008 hingga 2011 lalu hanya berkembang sekitar 40 hingga 50 persen. Indikatornya berada pada angka 3,67, menyusul tahun 2009 turun menjadi 3,32. Kemudian memasuki tahun 2010, kembali naik diangka 3,62, hingga mengalami kenaikan pada tahun 2011 yaitu 3,91.

Nah, imbuh Kepala BPS, di tahun 2011 sampai 2013 ini terpantau bahwa masyarakat sudah mulai mencari solusi, dan mulai menyeimbangi Migas.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Pertumbuhan Ekonomi
 
Wakil Ketua MPR: Ekonomi Tumbuh Namun Kemiskinan Naik, Pertumbuhan Kita Masih Eksklusif
 
Waspadai Pertumbuhan Semu Dampak 'Commodity Boom'
 
Pimpinan BAKN Berikan Catatan Publikasi BPS tentang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2022
 
Harga Tidak Juga Stabil, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Gagal Menjalankan Amanat Pasal 33 UUD 1945
 
Roadmap Ekonomi dan Industri Indonesia menuju Superpower Dunia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]