Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Pertamina
Pertamina Akan Lebarkan Sayap Jual Pertamax Racing
Wednesday 10 Jul 2013 13:19:51

Afandi (paling kiri), GM Marketing Operational Region V (MOR).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
SURABAYA, Berita HUKUM - PT Pertamina (Persero) Marketing Operasional Region V terus melebarkan sayapnya untuk memasarkan Pertamax Racing di Jawa Timur. Sasaran utamanya dalam waktu dekat ini Pertamina Region V akan membuka outlet di kota-kota besar misalnya saja Malang. Sehingga, target untuk bisa menjual 2 ribu liter bisa terpenuhi.

Afandi, GM Marketing Operasional Region V menerangkan, tahun ini MOR V hanya ditarget meraih penjualan 2 ribu liter. "Kami hanya ditarget bisa menjual 2 liter Pertamax Racing. Kami yakin bisa memenuhi,” katanya.

Menurut Affandi, bahan bakar itu juga bisa digunakan pada mobil yang harganya miliaran rupiah. “Jika ada orang yang punya mobil seharga Rp 54 miliar lebih atau Ferrari seharusnya pakai bahan bakar ini.”

Sayangnya, saat ini Pertamina MOR V baru memiliki empat SPBU di Surabaya yang menyediakan Pertamax Racing, SPBU-SPBU itu adalah SPBU 51.601.65 Jemursari, SPBU 51.60166 Dupak, SPBU 41.601.77 Jl. DR. Soetomo, dan SPBU 51.601.188. Sementara dua agen yang menyediakan adalah PT Gas Mandiri dan di Jalan Kertajaya.

Sementara satu-satunya SPBU di luar Surabaya yang menjual Pertamax Racing tersebut adalah SPBU 51.681.23 Jl. Kenanga Jember.

Untuk menambah lokasi penjualan, katanya, paihaknya juaga akan mempertimbangkan frekuensi penyegaran kegiatan balapan dan kedekatan sumber pasokan. Saat ini baru Surabaya dan Jember yang menyediakan bahan bakar seharga 50 ribu perliter itu. “harganya memang mahal, tapi sangat bagus untuk belapan,” tuturnya.

Produk ini marupakan hight grade fuel dan telah dilakukan penambahan aditif dengan formulasi khusus untuk kendaraan balap sehingga aman untuk mesin. Itu juga ramah lingkungan karena mengandung bioethanol serta bebas dari penggunaan tetra ethyl lead (TEL) yang tidak menimbulkan bahaya untuk kesehatan

Pertamax Racing saat ini memang belum terlalu di gemari. Apalagi bahan bakar jenis itu hanya dikhusukan untuk kendaraan balap. Untuk itu, Pertamina MOR V belum berancana untuk menambah pasokan di setiap SPBU dan agen yang sudah ada itu. "Harganya kan sangat mahal, jika tidak laku uang akan tidak bisa berjalan," ucapnya.

Untuk diketahui, Pertamax Racing ini diproduksi oleh Refiry Unit III Plaju milik Pertamina, ini merupakan satu-satunya produk luar yang diproduksi dalam negeri.

Saat ini bahan bakar tersebut masih dijual perkemasan yakni wsatu kaleng berisi 20 liter dengan harga Rp1.210.000. “Bahan bakar ini mampu menghasilkan daya dan torsi tinggi tanpa menimbulkan detonasi, agar kendaraan balap responsif dan stabil, serta ketahanan tinggi,” jelasnya.(bhc/din)


 
Berita Terkait Pertamina
 
• Kasus Korupsi Pertamina, Legislator Desak Audit Total BUMN Migas
 
• Kejagung Bantah Pertamina: Pertamax Dioplos Pertalite, Dijual Seharga Pertamax
 
• Istana Dukung Kejagung Bersih-bersih di Pertamina: Akan Ada Kekagetan
 
• Terkait Tuduhan SPBU Semper Layani Pertalite Pakai Jerigen, Ketum FWJ Indonesia: Jangan Asal Tuduh
 
• Pemerintah Jangan Simpang Siur Sikapi Penanganan Pasca Kebakaran di Depo Pertamina Plumpang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]