Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Pernyataan SBY Soal Pemilu 2019 dan '14 Prioritas Demokrat untuk Rakyat'
2019-01-01 23:40:09

JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta restu rakyat Indonesia untuk ikut berjuang dalam Pemilu Tahun 2019.

SBY juga menegaskan, Demokrat telah merumuskan "14 Prioritas Demokrat untuk Rakyat" yang disarikan dari pertemuan dan dialognya dengan rakyat di ratusan kabupaten dan kota dalam 2 tahun terakhir.

SBY menyampaikan hal tersebut melalui akun pribadinya di Twitter @SBYudhoyono, Selasa, 1 Januari, bertepatan dengan Tahun Baru 2019.

Berikut pernyataan SBY selengkapnya:

Hari ini, 1 Januari 2019, kita memasuki tahun baru dgn tekad & harapan agar nasib kita & masa depan Indonesia makin baik *SBY*

Tahun 2019 ini juga "tahun pemilu". Marilah kita berkontribusi agar pemilu ini berlangsung damai, jujur & adil ~ "peaceful, free & fair" *SBY*

Kompetisi memang "keras", terlebih pemilihan presiden. Namun, semua ada batasnya. Janganlah melampaui batas. Tak baik utk rakyat *SBY*

Harapan kita ~ Pak Jokowi, Pak Prabowo & para elit politik (termasuk saya) bisa memberi contoh atas damai, jurdil & berkualitasnya pemilu kita *SBY*

Dlm kapasitas saya sebagai pemimpin Partai Demokrat (PD), saya minta restu rakyat Indonesia utk ikut berjuang dlm Pemilu Tahun 2019 ini *SBY*

Dlm pertemuan & dialog saya dgn rakyat di ratusan kab & kota 2 th terakhir, PD memahami apa yg jadi harapan & aspirasi mereka *SBY*

Berdasarkan persoalan yg dihadapi rakyat beserta aspirasi yg disampaikan, PD telah merumuskan "14 Prioritas Demokrat utk Rakyat" sbb: *SBY*

Prioritas 1: Ciptakan lebih banyak LAPANGAN KERJA, termasuk utk MILENIAL & PEREMPUAN, serta batasi Tenaga Kerja ASING *SBY*

Prioritas 2: Kelola keuangan & tingkatkan pelayanan BPJS, dgn mengutamakan golongan Kurang Mampu *SBY*

Prioritas 3: Berikan subsidi LISTRIK utk golongan Kurang Mampu & sediakan secara cukup BBM PREMIUM *SBY*

Prioritas 4: Pertahankan subsidi PUPUK untuk Petani *SBY*

Prioritas 5: STOP IMPOR Pangan ketika Musim Panen *SBY*

Prioritas 6: Tingkatkan GAJI PEGAWAI, termasuk Guru, TNI & Polri dan Pensiunan, agar memiliki Daya Beli yg baik *SBY*

Prioritas 7: Longgarkan PAJAK, termasuk Dunia Usaha agar bisa tumbuh baik & bisa tingkatkan UPAH BURUH *SBY*

Prioritas 8: Bantu & lindungi UMKM, termasuk Pedagang Kecil dan Angkutan Kota *SBY*

Prioritas 9: Angkat secara bertahap GURU & PEGAWAI HONORER dan tingkatkan kesejahteraan PERANGKAT DESA *SBY*

Prioritas 10: Kontrol & batasi UTANG PEMERINTAH & BUMN agar tak bebani Anak Cucu *SBY*

Prioritas 11: Lanjutkan pembangunan INFRASTRUKTUR, termasuk Infrastruktur PERDESAAN, sesuai kemampuan KEUANGAN NEGARA *SBY*

Prioritas 12: Berikan PERLINDUNGAN HUKUM kepada rakyat secara ADIL & jamin KEBEBASAN BERBICARA termasuk Kemerdekaan Pers *SBY*

Prioritas 13: Jaga KEBHINEKAAN dan KERUKUNAN antar Identitas (SARA) & cegah PERPECAHAN BANGSA *SBY*

Prioritas 14: Lanjutkan & tingkatkan PROGRAM PRO RAKYAT SBY, seperti BOS, Bidik Misi, BPJS, Bantuan Lansia, Disabilitas & Bencana, ... *SBY*

...(lanjutan Prioritas 14) .... PKH, Raskin, BLT/BLSM, KUR, PNPM & lain-lain, untuk kurangi KEMISKINAN & KESENJANGAN SOSIAL *SBY*

Itulah 14 PRIORITAS DEMOKRAT yg akan diperjuangkan PD, agar ke depan Indonesia kita makin damai, adil, demokratis & sejahtera *SBY*(dik/demokrat/bh/sya)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]