Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pilpres
Pernyataan Pemungkas Anies Baswedan di Debat Ketiga Pilpres
2024-01-07 23:35:26

JAKARTA, Berita HUKUM - Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menyampaikan pernyataan pemungkas di debat ketiga Pilpres 2024. Debat dihelat di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1).

Anies menyatakan akan meningkatkan kualitas hidup TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang pertahanan dengan menaikkan gaji hingga memberikan rumah dinas jika terpilih di Pilpres 2024.

Ia juga akan memperjuangkan penghapusan penjajahan di dunia. Anies akan mengusahakan hal itu melalui diplomasi di berbagai tempat.

Berikut pernyataan pemungkas lengkap Anies Baswedan dalam debat ketiga Pilpres 2024:

Sebagai presiden Republik Indonesia maka prioritas pertama dan terutama adalah memastikan rasa aman pada tiap keluarga dan setiap jengkal tanah Indonesia.

Dan itu artinya kita memastikan bahwa mereka yang diberi tugas untuk mengamankan dipikirkan kesejahteraannya, memastikan bahwa kenaikan gaji tiap tahun, memastikan mereka punya rumah dinas, memastikan kesejahteraannya aman. Sehingga mereka bisa konsentrasi, siapa itu? Tni Polri termasuk ASN di bidang pertahanan. Itu kunci nomor satu.

Yang kedua, ketika kita berbicara menjaga keamanan maka kita juga berbicara bagaimana pelibatan kita di kancah internasional.

Presiden akan menjadi panglima diplomasi Indonesia di tingkat dunia, hadir mewarnai, membawa nilai-nilai Indonesia. Dan seperti juga di debat ini, tidak banyak ruang diberikan untuk berbicara di forum global. Dua menit, tiga menit itulah waktunya.

Tapi di situ seninya. Bagaimana komplek gagasan, komplek ide disampaikan secara lugas dan ketika Indonesia menyampaikan posisinya tegas, maka kita tidak ragu, kita memperjuangkan penghapusan penjajahan di muka dunia.

Maka Indonesia tidak sungkan untuk mengatakan pada negara manapun hentikan penjajahan di tanah Palestina, dan usahakan itu lewat diplomasi ke seluruh tempat bukan cuman sekedar statement dari Menteri Luar Negeri tapi serius menjajaki seluruh kekuatan.

Kita menginginkan Indonesia kembali menjadi kekuatan yang disegani dan mulainya dari mana? Dari pemimpin yang menjunjung tinggi etika. Pemimpin yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Pemimpin yang terbuka atas gagasan mempertahankan Indonesia atas ancaman-ancaman baru.

Dan itu artinya, kita hadir di berbagai wilayah. Di dalam pertemuan-pertemuan global membawa aspirasi Indonesia. Kita kirim pesan, we will no longer absence, Indonesia will be presence, and Indonesia will color the world. And Indonesia absence no more, respected forever.(lna/isn/CNN/bh/sya)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
Batal jadi ibu kota, CBA desak Kejagung usut proyek IKN yang habiskan anggaran Rp75,8 triliun
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]