Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Bakamla RI
Peran dan Tantangan Tugas Bakamla Menjaga Wilayah Laut Indonesia
2019-02-11 05:13:18

SURABAYA, Berita HUKUM - Peran dan tantangan tugas Bakamla dalam menjaga wilayah laut Indonesia dipengaruhi oleh lingkungan strategis global, regional dan nasional. Tiga aspek tersebut menjadi materi kuliah umum Kabakamla RI Laksamana Madya Bakamla A Taufiq R, dalam acara Studium Generale bertema Potensi Ancaman dan Pengamanan Wilayah Laut Indonesia, di Gedung Rektorat Institus Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sukolilo, Surabaya, Jum'at (8/2).

Menurutnya, terkait keselamatan pelayaran maritim, perlu kerjasama antara keselamatan pelayaran dan keamanan maritim pada tingkat regional sebagai global public good. Berdasarkan hakikat tersebut, elemen utama keselamatan pelayaran dan keamanan maritim adalah ketersediaannya bagi semua pihak secara bebas dan terbuka, Upaya untuk penyediaannya sebagai barang publik menuntut adanya kerjasama antar negara, ketimbang persaingan atau konflik. Pada kesempatan tersebut orang nomor satu di Bakamla RI itu juga membeberkan tentang pengembangan Bakamla yang mengemban tugas dan fungsi sebagai Indonesian Coast Guard.

Secara gamblang, Laksdya Taufiq menjelaskan tentang tiga aspek yang mempengaruhi tugas Bakamla untuk menjaga Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar yang memiliki letak stategis, dimana setiap tahun 58 persen perdagangan dunia melewati perairan Selat Malaka, Selat Sunda dan Selat Lombok. Nilainya setiap tahun sekitar USD $ 435 milyar.

Aspek lingkungan strategis global meliputi persaingan kekuatan besar dunia (Major Power), fenomena menguatnya demokratisasi yang menuntut perubahan rezim, isu keamanan maritim akibat maraknya perompakan di jalur-jalur pelayaran dunia dan berkembangnya terorisme dan radikalisme (ISIS).

Dengan demikian, Indonesia harus memiliki visi strategis Global Geostrategic Interplay, ujarnya. Posisi strategis dan postur politik dan sosial ekonomi Indonesia menuntut adanya visi strategis yang menguntungkan Indonesia dan membuat Indonesia berdaya mengatasi ancaman regional dan global, khususnya dalam maritime security.

Selanjutnya pengaruh dua adi daya di Asia Pacifik. dunia dipengaruhi dua adi daya (AS & China) berupa Belt And Road Intiatif dan konsep Indo Pacific yang diluncurkan AS. Pengaruh lingkungan strategis regional antara lain kebijakan strategis AS (US Rebalancing Strategy) mengubah peta kekuatan AS di kawasan Asia Pasifik. Kemudian modernisasi militer negara-negara kawasan (kebangkitan ekonomi dan militer China) dan konflik laut china selatan (pengaruh stabilitas kawasan dan berpotensi menimbulkan konflik).

Pengaruh lingkungan strategis nasional antara lain dibidang sosial budaya dengan membudayakan budaya bahari Indonesia, bidang Ideologi yaitu melemahnya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, bidang politik, yakni persaingan elite dan parpol yang semakin intens, bidang ekonomi, belum pulihnya kondisi ekonomi global pengaruhi kondisi ekonomi nasional dan aspek hankam berupa ancaman terorisme, pencurian sumber daya maritim, pencemaran laut, sengketa batas wilayah maritim dan kejahatan lintas negara.

Kuliah Umum Kepala Bakamla RI dihadiri Rektor ITS Prof. Muhammad Azari, Komandan STTAL Laksma TNI Ir. Avandu Bastoni, M.Phil, perwakilan Rektor Universitas Hang Tuah Surabaya Laksma TNI (Purn) Burhanudin, Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya Capt. Heru Susanto, M.M., serta para rektor, dekan dan segenap mahasiswa ITS dari berbagai fakultas dan jurusan.

Kedatangan Ka Bakamla ke Kampus ITS Surabaya didampingi Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Operasi Laut Kolonel Bakamla Salim, dan Kasubbag TU Kepala Letkol Bakamla Ridwansyah, disambut Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kerjasama, Kealumnian, dan Hubungan Internasional Prof Dr. Ketut Buda Artana, S.T., M.Sc., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Heru Setyawan, M.Eng., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sarana dan Prasarana Ir. Heppy Kristijanto, MS., Dekan Fakultas Teknologi Elektro Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T., Dekan Fakultas SAINS Prof. Dr. Agus Rubiyanto, M.Eng. Sc., Direktur Inovasi, Kerjasama dan Kealumnian Dr. Eng. Rio Sambodho, S.T., M. Eng.(ar/bkl/bh/sya)


 
Berita Terkait Bakamla RI
 
Bakamla RI Amankan Kapal CS Nusantara Explorer, Aset Sitaan Ditjen Pajak
 
Komisi I Soroti Polemik Masuknya Kapal Asing ke Wilayah Indonesia
 
Bakamla RI Usir Kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara
 
Tiga Jabatan Strategis di Lingkungan Bakamla RI
 
Bakamla RI Amankan 19 Pekerja Migran Indonesia Ilegal di Perairan Tanjung Sauh Batam
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]