Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Partai Nasdem
Penyerangan Jurnalis di Depan Kantor Nasdem
Wednesday 16 Jan 2013 21:49:36

Demo Ricuh, Penyerangan Jurnalis di depan kantor Nasdem.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aksi damai yang digelar di depan kantor Nasional Demokrat (Nasdem) atas kasus Luviana, jurnalis Metro TV yang di-PHK sepihak, berakhir ricuh. Baik demonstran maupun wartawan yang meliput peristiwa demo menjadi korban kekerasan.

Koordinator Aliansi Melawan Topeng Restorasi (Metro) Kustiah yang ikut dalam aksi itu membeberkan kronologi kejadian. Pukul 13.00 WIB, sekitar 19 massa dari aliansi Metro melakukan aksi di depan kantor Nasdem. Pukul 14.10 WIB, sekitar 30 orang keluar dari kantor Partai Nasdem dan langsung menyerang massa yang sedang berorasi.

“Mereka mengobrak-abrik, menghancurkan mobil, menghancurkan semua perangkat aksi yang ada di mobil,” kata Kustiah di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/1).

Luviana adalah jurnalis Metro TV yang telah bekerja selama 10 tahun di perusahaan media milik Surya Paloh itu. Dia dibebastugaskan pada 30 Februari 2012 dan di-PHK pada 27 Juni 2012 tanpa keterangan jelas. Tanggal 5 Juni 2012, Luviana yang didampingi tim litigasi dan nonlitigasi Aliansi Metro, bertemu dengan Surya Paloh.

Pada pertemuan tersebut, Surya Paloh berjanji akan mempekerjakan Luviana kembali di Metro TV. Namun, pada 27 Juni 2012 Luviana justru menerima surat pemecatan.

Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella mengaku tidak melihat langsung peristiwa tersebut. Namun dia menyesalkan terjadinya aksi kekerasan yang dialami para demonstran. "Kami menyesalkan peristiwa itu. Tapi yang pasti, tidak ada perintah untuk melakukan penyerangan terhadap teman-teman demonstran," kata Patrice kepada VIVAnews.(eh/vvn/bhc/sya)


 
Berita Terkait Partai Nasdem
 
Surya Paloh: Lawan Bukan untuk Dihancurkan, Tapi Kita Tawarkan Persahabatan
 
NasDem Umumkan Nama Ganjar Pranowo Bacapres 2024, Puan Maharani: Sah-sah Saja
 
Menteri dari Nasdem Terancam Direshuffle karena Ngotot Revisi UU Pemilu, Ahmad Ali: Tidak Ada Hubungannya!
 
Nasdem: Kalau Capres-Cawapres Lawan Masuk Kabinet, Untuk Apa Pilpres Kemarin?
 
Rio Capella Sebut NasDem Restoran Politik, Zulfan Lindan: Dia Tidak Waras!
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]