Pertemuan pra-perundingan antara Uni Eropa dan Inggris dilakukan hari Senin, 19 Juni 2017 di Brussels
Pertemuan itu juga akan membicarakan krisis migran di Eropa, terutama perang melawan penyelundupan migran melalui rute Laut Tengah, namun tidak ada terobosan yang diharapkan dalam upaya mereformasi sistem suaka Uni Eropa.
Presiden baru Prancis Emmanuel Macron berjanji akan menghidupkan kembali semangat Uni Eropa setelah keputusan mengejutkan dari Inggris untuk meninggalkan persemakmuran itu. Perancis dan Jerman juga ingin memperkuat kerjasama pertahanan Eropa untuk menjawab kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mencanangkan politik "America First".
Setelah memenangkan pemilihan presiden awal Mei lalu di Perancis, Macron melakukan kunjungan luar negeri pertamabnya ke Jerman untuk berbicara dengan Kanselir Angela Merkel. Awal bulan ini, Brussels meluncurkan cetak biru Franco-Jerman untuk menciptakan dana pertahanan Eropa dengan anggaran tahunan sebesar 5,5 miliar Euro.
Juru runding Inggris David Davis (kiri) diterima di Brussels oleh juru runding Uni Eropa soal Brexit, Michael Barnier (kanan)
Kantor kepresidenan Perancis mengatakan, Paris dan Berlin, yang secara tradisional menjadi motor utama integrasi Eropa, berharap rencana kerjasama pertahanan itu dapat ditandatangani pada pertemuan puncak di Brussels.
Menindaklanjut pengusutan percobaan serangan bom bunuh diri di stasiun pusat kota Brussels, pihak berwenang Belgia menyatakan polisi telah menahan empat orang dalam serangkaian penggerebekan. Kantor kejaksaan mengatakan hari Kamis (22/9), keempat orang ditangkap saat polisi melakukan penggerebekan di kawasan Molenbeek, Anderlecht dan Koekelberg.
Pengjagaan keamanan di Brusseles diperketat setelah seorang pria meledakkan bom rakitan Selasa malam (20/6) di stasiun pusat. Namun bom itu gagal meledak sepenuhnya. Pelaku kemudian ditembak mati oleh tentara yang berjaga di tempat kitu. Tidak ada orang lain yang terluka dalam insiden tersebut.(dw/bh/sya)