Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Pengiriman 29 Kg Ganja dari Aceh ke Medan Berhasil Digagalkan
Saturday 22 Jun 2013 15:00:09

Ilustrasi, tersangka.(Foto: Ist)
SUMUT, Berita HUKUM - Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut berhasil mengagalkan pengiriman 29 kg ganja dari Aceh ke Kota Medan, Jumat (21/6). Selain menyita barang ilegal itu, petugas juga menangkap dua orang kurir.

Penangkapan ini diawali dari informasi yang diterima BNN Provinsi Sumut mengenai adanya rencana pengiriman ganja dari Aceh. Petugas langsung melakukan penyelidikan. Setelah mendapatkan data lengkap, mereka membuntuti mobil Toyota Avanza hitam dengan pelat nomor polisi BK 1170 RJ yang diduga pembawa ganja itu.

Kendaraan itu akhirnya dihentikan di Bukit Satu, Brandan, Langkat. Setelah diperiksa, ditemukan 29 paket ganja dengan berat total sekitar 29 kg.

"Ganja itu dibawa dari Bireuen, Aceh. Pelaku menyembunyikannya di dashboard mobil Avanza, dinding, serta ban serep," jelas Kepala BNN Provinsi Sumut Kombes Pol Rudi Tranggono.

Kurir ganja yang ditangkap sudah dijadikan tersangka, yaitu FT (24) dan IS (24), keduanya warga Bireuen, Aceh. Mereka mengaku ganja itu milik I, juga warga Bireuen. Barang ilegal itu rencananya diserahkan kepada A, warga Pondok Kelapa, Medan. Mereka mendapat upah Rp 1,2 juta jika berhasil memberikannya kepada A.

Penyidik BNN Provinsi Sumut masih mengembangkan tangkapan ini. "Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan BNNP Aceh untuk memburu I," Kombes Pol Tutup Rudi Tranggono.(mbs/bhc/opn)


 
Berita Terkait Narkoba
 
• Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
 
• Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
 
• BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
 
• 2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
 
• Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]