Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Frekuensi 3G
Pengguna Layanan 3G Bakal Tumbuh Lebih Cepat
Sunday 24 Feb 2013 10:10:20

Logo 3G.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM — Penggunaan layanan 3G di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Selain penggunaan smartphone yang semakin luas, layanan 3G juga dianggap sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat Indonesia.

Country Manager Qualcomm Indonesia Ben Siagian mengatakan Indonesia merupakan pasar potensial smartphone.

Berdasar data Gartner, kata dia, CAGR (commpound annual growth rate) smartphone di Indonesia dari 2011 hingga 2016 mencapai 24%. “Data itu juga menyebutkan di akhir 2016 nanti di Indonesia ada 5 miliar shipment smartphone,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (23/2).

Dia menambahkan, menurut data JfK, pada 2013 diperkirakan terjual 13 juta unit ponsel cerdas, sementara pada 2018 ponsel cerdas dan tablet yang terjual diprediksi mencapai 18 juta unit.

Ben meyakini tahun ini adalah momen positif untuk industri telekomunikasi karena migrasi dari 2G ke 3G terus terjadi.

Menurut dia, semakin banyak vendor ponsel yang memproduksi smartphone, termasuk menggunakan chip Snapdragon buatan Qualcomm.

Tahun ini Qualcomm menghadirkan chip seri Snapdragon 200, 400, 600 dan 800 untuk mendukung berbagai perangkat mobile.

Hal senada dikemukakan Marketing Direcor Cross Mobile Janto Djojo. Dia meyakini smartphone akan tumbuh bagus.

Dia juga meyakini konsumsi feature phone di Indonesia tetaplah tinggi. Setiap bulan, kata dia, Cross Mobile meluncurkan setidaknya lima model feature phone baru.

Selama ini Cross hanya meluncurkan tak lebih dari delapan model ponsel cerdas setiap tahun.

Janto mengatakan konsumen feature phone Cross saat ini kebanyakan masih berada di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kami tidak membuat produk tablet, sebentar lagi kami juga akan meluncurkan smartphone murah,” kata dia.

Menurut dia saat ini banyak konsumen ponsel di Indonesia yang justru overspec alias membeli smartphone di luar standar kebutuhannya yang berharga lebih mahal. Padahal, kata dia, konsumen dapat memilih produk yang sesuai dengan harga lebih murah.

Menurut data Frost & Sullivan, pengguna layanan 2G operator mobile akan turun dari 16% tahun ini menjadi hanya 5% pada 2015.

Adapun pengguna layanan 3G dan LTE di Indonesia pada 2015 akan melonjak menjadi 45% dari 23% yang ada saat ini.(fsi/bsn/bhc/mdb)


 
Berita Terkait Frekuensi 3G
 
Blok 3G Ditata Ulang, Internet Bakal Kencang
 
Seleksi 3G, 2 Operator Menangi Tambahan Pita Frekuensi Radio
 
Pengguna Layanan 3G Bakal Tumbuh Lebih Cepat
 
Telkomsel dan XL Lolos Seleksi Kanal 3G?
 
Tiga Operator Berebut Tambahan Pita Frekuensi 3G
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]