Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Bom Bunuh Diri
Pengebom Bunuh Diri Tewaskan Wali Kota Kandahar
Thursday 28 Jul 2011 01:3

Istimewa
KABUL-Aksi bom bunuh diri kembali terjadi di Afghanistan, Rabu (27/7). Kali ini dilakukan seorang pengebom dengan modus bahan peledak di sorbannya. Dalam peristiwa tersebut, Wali Kota Kandahar Ghulam Haidar Hameedi tewas.

Seperti dikutip BBC, Ghulam Haidar Hameedi tengah menghadiri pertemuan dengan para pemuka suku di kantornya ketika serangan terjadi. Para saksi mata mengatakan, Hameedi sedang menyampaikan sambutan ketika bom meledak. Hameedi meninggal dunia di lokasi kejadian bersama pelaku dan seorang warga sipil lain.

Sementara itu, juru bicara Taliban Qari Yosuf Ahmadi mengatakan mereka melakukan serangan tersebut. Serangan bunuh diri ini balasan atas kematian dua anak yang diduga tewas dalam penghancuran bangunan yang diperintahkan Hameedi.

Hameedi kembali ke Afghanistan dari Amerika Serikat pada 2006 atas permintaan pribadi Presiden Hamid Karzai. Dia dikenal sebagai salah satu politisi paling ulung dan terpercaya di Kandahar. Pada 2009 ia selamat dari upaya pembunuhan namun dua wakilnya tewas pada 2010.

Dua pekan lalu, saudara Presiden Hamid Karzai, Ahmad Wali Karzai, dibunuh di Kandahar. Pembunuhan ini menandai makin seringnya serangan terhadap tokoh-tokoh berpengaruh di Afghanistan. Kandahar dikenal sebagai kelahiran Taliban dan kelompok ini menjadikan kota tersebut sebagai ibu kota negara ketika berkuasa mulai 1996 hingga 2001.(mic/sya)


 
Berita Terkait Bom Bunuh Diri
 
• Rusia Perketat Keamanan Pasca Bom Bunuh Diri
 
• Bom Bunuh Diri Hantam Iring-iringan Kendaraan NATO di Kabul
 
• Bom Bunuh Diri di Kementerian Pertahanan Yaman Tewaskan 20 Orang
 
• Bom Bunuh Diri Tewaskan Lima Tentara Pakistan
 
• Bom Bunuh Diri Guncang Mogadishu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]