Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Golkar
Pengamat: Wajar Publik Curiga Menkumham Politis
Saturday 04 Apr 2015 08:15:14

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pakar hukum tata Negara Irman Putra Sidin mengatakan, pengesahan partai politik bukan kepentingan konstitusional pemerintah, khususnya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang kini dijabat oleh Yasonna Hamonangan Laoly.

"Dia tidak punya kepentingan terhadap siapapun pengurus partai itu," kata Irman dalam perbincangan dengan tvOne, Jumat, 3 April 2015.

Namun, Menkumham terkesan ngotot dengan keputusannya. Dia mencontohkan, dalam kasus sengketa Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Yasonna Laoly justru melakukan banding.

"Wajar jika publik mencurigai, ini ada kepentingan di luar urusan pemerintahan. Kok seolah-olah kalau putusan (mereka) ini dibatalkan, pemerintahan ini gimana (nasibnya). Ini ada politik di baliknya," ujarnya menambahkan.

Irman berpendapat, Yasonna seharusnya tidak pusing memikirkan apapun hasil Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait konflik partai politik. Namun kenyataannya, menteri asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu bersikap sebaliknya.

"Ya udah (seharusnya) biarin saja. Siapapun pengurus tidak ada urusan, fungsi kita sebagai Menkumham jalan saja," ujarnya menjelaskan.

Kekuasaan eksekutif bukan satu-satunya instrumen yang menentukan nasib Partai Golkar. Sebab, masih ada kekuasaan yudikatif yaitu pengadilan.

"PPP udah dibatalin PTUN, nggak usah lagi banding. Apa urusannya banding di situ? Putusan sela Partai Golkar yang menunda SK, ya udah santai aja.".(viva/bh/sya)


 
Berita Terkait Partai Golkar
 
Ditanya soal 'Raja Jawa' yang Disinggung Bahlil, Begini Respons Sri Sultan HB X
 
Munas XI Partai Golkar Digugat ke PN Jakarta Barat,Begini Nasib Bahlil Sebagai Ketum Baru?
 
Buka Fun Football Pekan Olahraga KAHMI, Bamsoet Tegaskan Capres Golkar Airlangga Hartarto
 
Henry Indraguna Masuk Daftar Dewan Pakar Partai Golkar Masa Bakti 2019-2024
 
Henry Indraguna Kini Menjadi Tenaga Ahli Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]