Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Antasari Azhar
Pengacara Antasari Sesalkan Sikap Ketua MA
Monday 05 Sep 2011 18:52:57

Ketua MA Harifin Andi Tumpa (Foto: Istimewa)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Pengacara terpidana kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen Antasari Azhar, Maqdir Ismail menyesalkan sikap Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa yang menolak rekomendasi Komisi Yudisial (KY).

“Sebagai ketua lembaga tinggi negara, sikap yang ditunjukkan ketua MA ini tidak negarawan. Seharusnya sebagai ketua MA, dia bersikap arif dan bijaksana,” katanya ketika dihubungi di Jakarta menanggapi penolakkan MA terhadap rekomendasi KY di Jakarta, Senin (5/9).

Seharusnya, lanjutnya Harifin Tumpa melakukan kajian terhadap rekomendasi KY dan menyerahkannya kepada majelis kehormatan hakim. Nantinya majelis itu bisa menentukan, apakah majelis hakim perkara Antasari Azhar itu berunsur melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim atau sebaliknya.

“Harusnya MA bisa bersikap bijaksana kalau rekomendasi KY itu bisa dijadikan koreksi bagi prilaku hakim. Jangan langsung menolak. Rekomendasi KY itu dikaji untuk menjadi bahan koreksi kode etik dan perilaku hakim,” jelas Maqdir.


Sebelumnya diberitakan, KY telah menuntaskan proses eksaminasi persidangan perkara Antasari di tingkat pengadilan pertama atas permintaan penasehat hukum Antasari. KY menyatakan ada dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh 3 orang hakim PN Jaksel yang menyidangkan, perkara Antasari.

KY merekomendasikan kepada MA untuk memberhentikan sementara atau nonpalu selama enam bulan bagi hakim yang menyidangkan perkara Antasari. Lalu, dibentuknya Majelis Kehormatan Hakim (MKH) untuk memeriksanya lebih lanjut.

Namun, Ketua MA Harifin A Tumpa bersikap menolak rekomendasi tersebut. Pasalnya, hal itu sudah memasuki ranah teknis pengambilan putusan, hingga putusan. MA pun akan membawa rekomendasi tersebut ke rapat pimpinan MA, guna diputuskan akan menerima atau menolak rekomendasi tersebut.(bie)


 
Berita Terkait Antasari Azhar
 
• Antasari Azhar Menuding Keteribatan SBY dalam Kasus Kriminalisasinya
 
• Acara Syukuran, Antasari Azhar: Saya Tak Ada Masalah dengan SBY
 
• Kuasa Antasari Azhar Perbaiki Permohonan Uji UU Grasi
 
• MK: Tindakan Kepolisian terhadap Jaksa Harus Seizin Jaksa Agung
 
• MK Tolak Gugatan UU Kejaksaaan, Antasari: Penahanan Saya Batal Demi Hukum
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]