Faktanya, suhu di permukaan bumi kian meningkat, alhasil, iklim pun berubah." /> BeritaHUKUM.com - Peneliti: Debu Asteroid Bisa Bantu Melawan Perubahan Iklim

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Pemanasan global
Peneliti: Debu Asteroid Bisa Bantu Melawan Perubahan Iklim
Sunday 30 Sep 2012 16:31:56

Ilustrasi (Foto: Ist)
SKOTLANDIA, Berita HUKUM - Sekelompok ilmuwan asal Skotlandia menyarankan menciptakan debu dari asteroid di atas bumi untuk menjadi payung bagi bumi. Guna "payung" tersebut adalah untuk membantu bumi melawan perubahan iklim.

Faktanya, suhu di permukaan bumi kian meningkat, alhasil, iklim pun berubah. Meski banyak yang ingin mencegah perubahan iklim ini dengan mengurangi emisi dari gas rumah kaca yang memerangkap panas dari sinar matahari, sebagian lainnya secara kontroversial menyarankan untuk memanipulasi iklim planet bumi dengan proyek buatan, dikenal dengan geoengineering.

Ketimbang mengubah iklim dengan menargetkan laut maupun atmosfer, beberapa peneliti menyarankan proyek geoengineering yang dilakukan di luar angkasa dan memengaruhi keseluruhan planet.

Salah satu contoh saran proyek geoengineering yang akan mengurangi jumlah radiasi sinar matahari di bumi adalah menempatkan cermin raksasa di luar angkasa untuk memantulkan sebagian cahaya matahari. Permasalahan konsep ini adalah, biaya dan upaya yang dibutuhkan untuk meluncurkan reflektor dan membangunnya di angkasa akan sangat tinggi.

Saran lainnya adalah dengan membuat selubung di angkasa untuk menciptakan bayangan matahari pada bumi. Saran ini memang kedengaran tak sekompleks membuat cermin di luar angkasa. Sayangnya, ada masalah juga, karena ada risiko selubung buatan itu akan menghilang seiring waktu akibat tarikan gravitasi matahari, bulan, dan planet - planet lain.

Sekarang, para peneliti menyarankan menggunakan sisa asteroid yang diledakkan sebagai pelindung bumi dari sinar matahari.

"Saya ingin menekankan, saya tak akan menyarankan geoengineering sebagai pengganti cara pengurangan emisi karbon di bumi. Namun, saran ini sebatas untuk membeli waktu sambil mencari solusi melawan perubahan iklim di bumi", kata Russell Bewick, pakar luar angkasa dari University of Strathclyde, Skotlandia.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Bewick, saran yang ia tawarkan adalah menciptakan awan dari debu, yang tidak akan bersifat permanen, namun bisa membantu melawan efek perubahan iklim sementara saja.

Ide yang ditawarkan Bewick adalah menempatkan asteroid di titik L1 Lagrange, titik yang tidak akan terkena gravitasi bumi maupun matahari. Titik ini letaknya sekitar 4 kali jarak antara bumi dan bulan. Asteroid disarankan didorong menggunakan roket yang juga akan meledakkan asteroid untuk menciptakan selubung tadi.

Sebuah asteroid berukuran sangat besar, bernama 1036 Ganymed, menurut para peneliti, adalah yang paling memungkinkan untuk digunakan. Asteroid ini berukuran cukup besar dan dekat dengan bumi untuk digunakan.

Tantangan

Tantangan utamanya adalah untuk mendorong asteroid besar itu ke titik L1 tadi. Namun, sebuah perusahaan bernama Planetary Resources yang beberapa waktu lalu mengumumkakn akan menambang asteroid diperkirakan bisa menangkap asteroid tersebut.

Selain kesulitan tersebut, ada masalah lain. Asteroid sebesar 1036 Ganymed itu adalah sebuah ancaman besar untuk bumi, dan bila salah perlakuan, bisa menjadi masalah.

Lebih lagi, teori menciptakan awan debu dengan skala sebesar ini tak akan bisa dites keefektivitasannya sebelum dilakukan. Tidak ada jaminan teori ini akan berhasil dan aman dilakukan, Demikiab seperti yang dikutip dari beritasatu.com, pada Minggu (30/9).(brs/bhc/opn)


 
Berita Terkait Pemanasan global
 
Greta Thunberg Jadi 'Person of The Year' Versi Majalah Time
 
Rahmawati Husein, Wakili Asia Tenggara dalam Sidang Dewan Pengarah PBB
 
DKI Jakarta Jadi Tuan Rumah Kick Off C40 Climate Action Planning Program
 
5 Hal yang Bisa Anda Lakukan Membantu Mengurangi Pemanasan Global
 
Donald Trump Tuduh Para Ilmuwan 'Memiliki Agenda Politik' Namun Akui Perubahan Iklim Bukan Hoax
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]