Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kasus PT Blue Bird Taxi
Pendemo di PN Jaksel Teriak Hakim Soeprapto Mafia
Tuesday 24 Jun 2014 00:57:56

Jejaring Masyarakat Pro Keadilan Demo menyerbu gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, meminta Hakim Soeprapto agar dicopot jabatannya sebagai Hakim, Senin (23/6).(Foto: BH/coy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Puluhan massa pendemo dari Jejaring Masyarakat Pro Keadilan menyerbu gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, meminta hakim Soeprapto agar dicopot jabatannya sebagai Hakim.

Menurut Berg Sadikin, Soeprapto tidak layak menduduki jabatan posisi sebagai Hakim. "Harus segera dicopot! Soeprapto mafia, dia tak layak menjadi hakim. Putusannya jelas tidak berpihak pada keadilan! Mana ada putusan orang sudah puluhan tahun bekerja disuruh mengembalikan gaji! Copot Soeprapto, dia adalah mafia peradilan sesungguhnya," teriak Sadikin selaku orator aksi di depan PN Jaksel, Senin (23/6).

Dilanjutkannya lagi, Pengadilan sebagai tempat bagi orang-orang yang mencari keadilan, janganlah menjadi tempat dan memberi tempat bagi para mafia peradilan yang melukai hati rakyat. "Kami meminta Soeprapto dicopot sebagai hakim! Dialah mafia peradilan yang sebenarnya! Dialah mafia peradilan yang melakukan konspirasi," seru Sadikin.

Seperti diketahui sebelumnya hakim Soeprapto memutuskan Mintarsih A. Latief harus mengembalikan gajinya dan harus membayar secara tanggung renteng bersama tergugat dua Dudung Abdul Latief, kerugian materil dan imateril PT Blue Bird Taxi, sebesar Rp140 Miliar.

Sementara itu, Mintarsih memastikan segera melaporkan Hakim Soeprapto ke Komisi Yudisial (KY) karena dinilai berpihak pada penggugat dalam perkara perdata perbuatan melawan hukum antara Purnomo Prawiro melawan Mintarsih dan keluarga.

Majelis Hakim yang diketuai Soeprapto dalam putusan yang dibacakan, Rabu (11/6) menghukum Mintarsih membayar ganti rugi Rp140 miliar dari total gugatan Rp 4,9 triliun.

"Secepatnya kami akan laporkan ke KY. Kami sedang kumpulkan bukti-bukti indikasi ketua majelis hakim itu berpihak pada penggugat. Sejak awal kami sudah curiga," ujar Mintarsih, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/6).

Terhadap putusan itu, Mintarsih mengaku tak terima harus membayar Rp140 Miliar meskipun jumlah itu lebih rendah dari yang diajukan kubu Purnomo Prawiro. Pasalnya, Majelis Hakim sama sekali tidak mempertimbangkan keterangan saksi-sakti maupun bukti yang diajukan Mintarsih bahwa, tidak ada perbuatan melawan hukum dilakukan Mintarsih.(bhc/coy)


 
Berita Terkait Kasus PT Blue Bird Taxi
 
Diungkap Mintarsih Abdul Latief: Banyak Perusahaan Didirikan Purnomo Prawiro Sudah Bangkrut!
 
Psikiater Mintarsih Terus Perjuangkan Hak Sahamnya di Blue Bird Hingga ke DPR
 
Rustam: Aneh, Mintarsih Latief Diminta Kembalikan Gaji Dll... Capai Rp 140 Miliar
 
Kasus Purnomo Prawiro Dkk Bawa Nama Besar Blue Bird, Bagaimana Nasib Investor Lain?
 
Kasus Dugaan Penggelapan Saham di PT Blue Bird Taxi, Prof Hibnu Guru Besar Hukum Pidana Angkat Bicara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]