Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Demo Tolak Kenaikan BBM
Pendemo Dirikan Posko Laskar Rakyat
Monday 26 Mar 2012 16:41:32

Pendirian tenda sebagai posko Laskar Rakyat sebagai simbul perlawanan rakyat terhadap rencana kenaikan harga BBM (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Mejelang aksi unjuk rasa besar-besaran menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, sejumlah elemen masyarakat melakukan persiapan. Salah satunya dilakukan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Laskar Rakyat. Mereka mendirikan posko tepat di depan pintu gerbang gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (26/3).

Pendirian tiga tenda yang merupakan posko ini merupakan bagian dari simbol pergerakan rakyat menolak kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah. "Ini adalah simbol pegerakan kami untuk aksi besar-besaran besok,” ukata koordinator aksi, Nyumarno kepada wartawan di lokasi aksi.

Menurut dia, posko ini sebagai bentuk solidaritas menunggu pendemo dari berbagai daerah yang akan bergabung untuk menggelar unuk rasa. Hal ini juga merupakan bukti keseriusan massa atas pernyataan kader Partai Demokrat yang menganggap remeh pergerakan rakyat menentang kenaikan harga BBM. "Apakah aksi ini hanya bersifat sementara, lihat saja besok,” tagasnya.

Nyumarno menjelaskan, posko ini sudah di gelar dari Jumat (23/3) lalu, tapi dilarang oleh petugas kepolisian. Ia pun bersama rekan-rekannya memilih membubarkan diri. Namun, pada hari ini sengaja mengulanginya dan tidak ada larangan dari aparat keamanan. "Kalau dibubarkan lagi, kami akan tetap bertahan dan siap melawan," tandasnya.

Seperti diketahui, berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, buruh dan ormas akan mengelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan dedung DPR/MPR RI. Aksi lebih besar lagi akan dilakukan pada 1 April mendatang, kalau pemerintah dan DPR sepakat untuk menaikan harga BBM.(bbc/biz)


 
Berita Terkait Demo Tolak Kenaikan BBM
 
• Demo Rusuh Di DPR, Negara Rugi Ratusan Juta, Polisi, Massa Dan Wartawan Luka-luka
 
• Jakarta Dan Riau Massa Beraksi Menutup Jalan
 
• Tujuh Belas Polisi Dan Dua Belas MahasiswaTerluka Akibat Bentrok Gambir
 
• Ratusan Lokasi Demonstrasi Warnai Indonesia
 
• Demo DPR Diwarnai Ketegangan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]