Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Game
Pencuri Game Buatan Indonesia Akhirnya Menyerah
Tuesday 06 Nov 2012 20:16:23

Beranda elventales.com (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengembang game Elventales asal Surabaya jadi korban pencurian. Game berjudul Chase Burger dicuri dan diubah judulnya jadi Hungry Chase, lalu ditaruh di toko aplikasi Apple App Store dan Google Play. Setelah dikirim surat peringatan, pelaku pembajakan akhirnya menghapus game tersebut.

Game itu dicuri oleh May Game asal China, yang merilisnya pada akhir Oktober 2012. Di App Store, Hungry Chase diterbitkan atas nama Zhang Huimei. Dalam game tersebut masih terpampang teks dan logo Elventales Games.

Dalam kolom review game Hungry Chase di App Store, beberapa orang telah meninggalkan komentar untuk memberi tahu bahwa Hungry Chase adalah game curian dari Indonesia.

Melihat game-nya dicuri, CEO Elvantales Mahdi Basroni Rizal mengirim surat peringatan lewat e-mail kepada May Game (ke alamat maygame2012@gmail.com). Namun, ia sengaja tak langsung melaporkannya ke pihak Apple maupun Google.

"Jam 3 sore saya lihat game itu masih ada. Lalu sekitar jam 8 malam saya cek lagi, Hungry Chase sudah dihapus dari App Store dan Google Play," kata Mahdi kepada KompasTekno, Senin (5/11) malam.

Hingga kini, lanjut Mahdi, pihak May Game belum membalas surat peringatan itu. "Saat ini kasusnya sudah kami anggap selesai, kecuali kalau mereka melakukan hal seperti itu lagi," tambah Mahdi.

Sejatinya, Elventales membuat Chase Burger hanya untuk ponsel Nokia dan platform flash. Menurut Mahdi, kemungkinan besar May Game mencurinya dari Chase Burger versi flash.

"Format flash memang gampang dibongkar. Lalu May Games mencuri aset dan mengemasnya lagi untuk Android dan iOS dengan judul Hungry Chase," jelasnya.

Chase Burger mengisahkan perjuangan tokoh utama mengejar burger miliknya yang terbawa tentara musuh. Pemain hanya perlu meloncat atau meluncur di lantai karena tokoh protagonisnya secara otomatis terus berlari. Game ini terinspirasi dari Canabalt.

Chase Burger merupakan game yang masuk nominasi babak final kompetisi Mobile Games Developer War 3 yang diselenggarakan Nokia di Yogyakarta, Mei lalu. Elventales sendiri pernah meraih juara 2 dalam Mobile Games Developer 2 berkat game berjudul Sky Express.(kmp/bhc/opn)


 
Berita Terkait Game
 
Awas Bahaya Mengintai Data Privasi Pemain Game Pokemon Go?
 
Penipuan pada Game Online, China Tempati Peringkat Pertama
 
Game Populer Flappy Bird 'Dibajak'
 
Pencuri Game Buatan Indonesia Akhirnya Menyerah
 
Games Asli Karya Anak Bangsa Segera Dirilis
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]