Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Longsor
Pencarian dan Evakuasi Korban Longsor Brebes Terus Dilakukan Tim SAR Gabungan
2018-02-23 08:46:03

Bencana tanah longsor kembali terjadi di Desa Pasir Panjang, Kec.Salem, Kab.Brebes, Jawa Tengah, Kamis, 22/2/2018, pukul 08.00.Longsor menimbun petani yg sedang bekerja di sawahnya. (Foto: twitter)
BREBES, Berita HUKUM - Tim SAR gabungan hingga saat ini masih fokus pada upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir Panjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah, Kamis (22/2) pukul 08.00 Wib.

Data sementara dampak longsor adalah 5 orang meninggal dunia, 18 orang hilang dan 14 orang luka-luka. Semua korban sudah dikenali identitasnya. 18 orang yang hilang diduga tertimbun longsor dan hanyut ke Sungai Cigunung.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa, Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, Polhut, PMI, Tagana, relawan, NGO dan masyarakat belum bisa melakukan evakuasi terhadap korban dikarenakan medan yang sangat sulit. Yang masih dilaksanakan adalah penyisiran sepanjang sungai untuk mencari korban hanyut lainnya.

"Sesuai prosedur, pencarian akan dilakukan selama 7 hari. Jika belum ditemukan maka akan dilanjutkan 7 hari berikutnya. Tidak mudah mencari korban tertimbun longsor karena kondisi lapangan. Kendalanya adalah adanya potensi longsor susulan, material tanah gembur, luas, tebal dan cuaca yang berpotensi hujan. Pencarian dilakukan secara manual. Alat berat belum dapat digunakan. Pencarian akan menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan. Jika gelap, apalagi hujan maka pencarian akan dihentikan sementara," jelas Sutopo, sebagaimana dilansir situs bnpb.go.id pada, Kamis (22/2).

Indentitas korban longsor dari 5 meninggal dunia, 18 orang hilang dan 14 luka-luka adalah berikut:

*5 korban meninggal dunia:*

1. Hj. Karsini 56 th, Dk. Cogreg Rt 02 rw 02 Ds. Pasirpanjang.

2. Casto, 48 th, Dk. pabelokan Bentarsari, Salem, dagang.

3. B. Wati, 80 th, petani, Dusun Johogan Desa Pasirpanjang.

4. Radam, 59 th, Cikokol Jipang Bantarkawung.

5. Kiswan, 45 th, Desa Pasirpanjang.

*14 orang luka-luka dan dirawat:*

1. Dadang, 45 th, Ds. Pasirpanjang.

2. Wartiah, 50 th, Ds. Pasirpanjang.

3. Minarto, 50 th, Ds. Pasirpanjang.

4. Anto, 38 th, Ds. Bentar.

5. Caski, 50 th, Ds. Pasirpanjang.

6. Eri pujiarti, 50 th, Ds. Pasirpanjang.

7. Wati, 37 th, Ds. Pasirpanjang.

8. Mulyono, 50 th, Ds. Pasirpanjang.

9. Turti, 46 th, Ds. Pasirpanjang.

10. Kartoyo, 69 th, Ds. Pasirpanjang.

11. Azam, 45 th, Ds. Pasirpanjang.

12. Dasri, 47 th, Ds. Wanoja.

13. Indi, 19 th, Ds. Bentar.

14. Durti, 60 th, Ds. Bentar.

*18 orang hilang:*

1. Rasminah, Ds. Pasirpanjang.

2. Turkiah, Ds. Pasirpanjang.

3. Haryanto, Ds. Pasirpanjang.

4.Daswa, Ds. Pasirpanjang.

5. Tarsinah, Ds. Pasirpanjang.

6. Sujono, Ds. Pasirpanjang.

7. Kuswanto, Ds. Pasirpanjang.

8. Tewol, Ds. Pasirpanjang.

9. Rustam, Ds. Bentar.

10. Ajid, Ds. Bentar.

11 B. Casti, Ds. Pabuaran.

12. Marsui, Ds. Ciputih.

13. Wartinah, Ds. Ciputih.

14. Wahyu, Ds. Salem.

15. Suwiryo, Ds. Pasirpanjang

16. B. Sarmah, Ds. Pasirpanjang.

17. B. Darsip, Ds. Pasirpanjang.

18. Warnoto, Ds. Ciputih.

Data sementara ini dapat berubah-ubah disesuakan kondisi di lapangan. Data orang hilang berdasarkan laporan warga sekitar di Kecamatan Salem.

Masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati lokasi longsor karena berbahaya adanya longsor susulan. Apalagi jika terjadi hujan, material longsor yang labil akan mudah terjadi longsor susulan.

Lokasi longsor di Desa Pasir Panjang Kecamatan Salem merupakan daerah zona rawan sedang hingga tinggi longsor. Mahkota longsor dari perbukitan di hutan produksi Perhutani BKPB Salem Petak 26 PlRPH Babakan longsor kemudian menimbun sawah di bagian bawah. Saat longsor cuaca tidak hujan. Lahan pertanian sawah berada di bagian bawah agak jauh dari perbukitan mahkota longsor.(bnpb/bh/sya)


 
Berita Terkait Longsor
 
Desa Wangunjaya Kabupaten Bogor Longsor, Ribuan Nyawa Terancam Banjir Bandang
 
Akibat Galian Tambang PT ABN Jalan Sanga Sanga Muara Jawa Putus, 5 Rumah Amblas
 
Longsor di 3 Titik, Jalan Menuju Kecamatan Kinal Kaur Lumpuh
 
Penandatanganan Kerjasama Pemasangan Sistem Peringatan Dini Bencana Longsor di 19 Daerah Resiko Tinggi
 
5 Alat Berat Dikerahkan, Korban Longsor Brebes 11 Tewas dan 7 Hilang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]