Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Pencabulan
Pencabul Anak Kandung di Tanjungpiayu Divonis 15 Tahun Penjara
Friday 07 Feb 2014 18:51:06

Pengadilan Negeri Batam.(Foto: Istimewa)
BATAM, Berita HUKUM - Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan hukuman maksimal kepada Sardi bin Sunarjo karena telah menyetubuhi putri kandungnya berinisial M. Pria berusia 40 tahun ini pun harus mendekam dibalik jeruji besi selama 15 tahun ke depan.

Dalam amar putusan, pimpinan sidang Merrywati menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur. Dimana, lelaki bertubuh kurus itu tega mencabuli putri kandungnya sejak usia 11 tahun hingga 17 tahun. Perbuatan terdakwa kepada darah dagingnya itu juga membuat sang anak hamil.

“Hal yang memberatkan karena terdakwa tega mencabuli darah dagingnya sendiri. Sedangkan hal yang meringankan tak ada,” kata Merry, kemarin di ruang sidang PN Batam.

Menurut dia, perbuatan bapak cabul itu sebagaimana diatur dalam UU No 23 tahun 2002 pasal 81 tentang memaksa anak dibawah umur untuk melakukan persetubuhan.

“Karena sudah melakukan berbagai pertimbangan. Maka menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada terdakwa. Dan membebani terdakwa agar membayar biaya perkara,” ujar Merry, sebagaimana dikutip dari batampos.co.id.

Sardi yang mendengar putusan majelis hakim hanya bisa tertunduk dan menyesali perbuatannya. Dia terlihat pasrah menerima hukuman itu, karena sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum juga meminta hakim agar menghukum terdakwa 15 tahun penjara.

“Atas putusan ini, terdakwa berhak menyatakan terima ataupun banding. Namun hukuman itu sudah sangat pantas untuk saudara, karena telah mencabuli putri sendiri,” terang Merry kepada terdakwa.

Diketahui, kejadian pencabulan itu terungkap pada bulan September 2013 lalu di Perumahan Cipta Lestari Piayu. Masyarakat curiga terjadi pencabulan karena melihat kondisi tubuh M semakin membesar. Setelah dicari tahu, ternyata pelaku yang mencabuli M adalah ayah kandung sendiri yang tak lain, Sardi.(she/btp/bhc/rby)


 
Berita Terkait Pencabulan
 
Alexandre Rottie Buron 8 Tahun Terpidana Kasus Pencabulan Anak Ditangkap
 
Oknum Driver Ojek Online di Samarinda Cabuli Siswa SMA Saat Pulang Sekolah
 
Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur di Tangerang Selatan
 
Culik dan Cabuli Gadis Dibawah Umur, Pedagang Bakso Dibekuk Resmob Polda Metro di Jombang
 
Polres Gorontalo Tetapkan IY Sebagai Tersangka Kasus Cabul Anak Berkebutuhan Khusus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]