Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Surabaya
Pemprov tak Tahu PT DGI Terlibat Proyek Tol Surabaya
Friday 29 Jul 2011 20:50:

Istimewa
SURABAYA- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengakui tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan pembangunan tol tengah kota Surabaya. Pasalnya, proses tender murni dilakukan Pemerintah Pusat. Begitu pula dengan dugaan keterlibatan PT Duta Graha Indah (DGI) dalam perencanaan jalan bebas hambatan tersebut, pemprov sama sekali tidak mengetahuinya.

"Proses tender murni dilakukan pemerintah pusat, Pemprov Jatim sama sekali tidak ikut serta dalam proses itu. Saya tidak tahu, karena hingga kini tak ada laporan yang masuk ke meja saya,” kata Gubernur Jatim Soekarwo, di Surabaya, Kamis (28/7).

Ia juga ,mengaku terkejut setelah perencanaan pembangunan proyek tol tengah Surabaya ini, dikaitkan dengan perusahaan milik tersangka korupsi Nazaruddin yang kini menjadi buron. Tol tengah ini, memang awalnya dari usulan Pemkot Surabaya, sedangkan Pemprov Jatim hanya memfasilitasi. Seluruh tender dilakukan pemerintah pusat.

"Ini sudah menjadi wewenang Pemerintah Pusat. Jika terjadi apa apa, sama sekali di luar kewenangan Jawa Timur. Pemprov Jatim akan memanggil Pemkot Surabaya untuk menjelaskan secara rinci terkait proses perencanaan proyek jalan tol tengah kota,” tandasnya.

Sebelumnya, PT DGI disebut-sebut salah satu perusahaan yang ikut dalam perencanaan pembangunan proyek jalan tol tengah kota Surabaya. Keterlibatan PT DGI dalam perencanaan pembangunan tol tengah Surabaya, diduga membuka tabir korupsi Wisma Atlet SEA Games 2011 di Palembang, Sematera Selatan (Sumsel) itu.

Dalam proyek ini, diduga ada permainan yang menyebabkan perusahaan tersebut lolos sebagai pemenang tender. KPK pun turun tangan. Dari awal tol tengah Surabaya ini, terbuka adanya dugaan korupsi proyek Wisma Atlet, yang akhirnya menyeret nama Nazaruddin dan kini menjadi buron. Kasus ini menjadi bola panas yang mengehantam ke mana-mana.(bwi)


 
Berita Terkait Surabaya
 
Rektor Unair Digugat di PTUN Surabaya
 
Fraksi Demokrat Dukung Wisnu Sakti Wawali Surabaya
 
Puasa-Lebaran, BI Jatim Sediakan Rp 11,9 triliun Uang Pecahan di 500 Lokasi
 
Awal Ramadhan, Komuditas di Surabaya Melangit
 
Puasa-Lebaran, Pegadaian Surabaya Sediakan Modal Tak Terbatas
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]