Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Pemkab Pertegas Akan Tutup Industri Arang Ilegal
Monday 03 Jun 2013 16:41:29

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Aceh Timur, T.Amran, SE.(Foto: BeritaHUKUM.com/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur pertegas lokasi industri arang ilegal yang tersebar segera ditutup dengan menyediakan lapangan kerja lain secara bertahap. Sementara, koperasi yang bergerak dibidang industri arang segera menghentikan penebangan hutan bakau, karena izin yang dikantongi dari Gubernur Aceh dan Menteri Kehutanan belum sampai pada tahap Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Pemasyarakatan ( IUPHH-HKM).

“Menurut data yang Ada, pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan, hanya Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUP-HKM), hanya untuk pemanfaatan jasa hutan dan hasil hutan non-kayu seperti rotan, bambu, madu, getah, dan buah serta lainnya,” tegas Kepala Bagian ( Kabag ) Humas dan Protokoler Setdakab Aceh Timur, T.Amran, SE senin (3/6).

Berdasarkan SK Gubernur Aceh dan SK Menteri Kehutanan RI, sambung T.Amran, pihak Pemkab Aceh Timur akan melakukan penertiban industri arang di kawasan Aceh Timur, selama ini dinilai telah menebang
hutan bakau (manggrove) yang notabenya tidak diperbolehkan.

Sementara temuan Bupati Aceh Timur Hasballah M.Thaib banyak hutan bakau saat ini ditebang untuk dijadikan arang, menurut aturan yang ada, kewajiban pemegang IUP-HKM melakukan penataan batas areal kerja, menyusun rencana kerja, melakukan penanaman, pemeliharaan dan pengamanan,
membayar provisi sumber daya hutan sesuai dengan ketentuan dan menyampaikan laporan kegiatan.

Perlu kita pertegaskan," lanjut T.Amran, IUPHHK-HKM pada hutan produksi diberikan untuk kegiatan pemanfaatan hasil hutan tanaman berkayu yang merupakan hasil penanaman.

,"T. Amran menyebutkan, pada saat ini di Kabupaten Aceh Timur belum ada pemegang IUPHHK-HKM, kecuali dua pemegang IUPHKM, pada kawasan hutan bakau yaitu KSU Flora Potensi seluas 6.200 hektar berdasarkan SK Gubernur Aceh No 522.51/BP2T/4366/IUPHKm/VI/2011 tanggal 30 Juni 2011 dan KSU.Bina Meufakat seluas 6.095 hektar berdasarkan SK Gubernur Aceh No 522.51/BP2T/6244 IUPHKm/XII/2012 tanggal 28 Desember 2012.

“Dengan adanya pemegang IUPHKM sebagai pengelola kawasan hutan bakau, maka keduanya bertanggungjawab merehabilitasi, memelihara dan mengamankan areal kerjanya dari penebangan secara illegal,” tegas T. Amran lagi.

Kedepan pihak Pemkab Aceh Timur akan menertipkan industri arang dikawasan Aceh Timur, sementara masyarakat yang selama ini bekerja disana perlahan akan dialihkan pada pekerjaan lain seperti petambak dan nelayan, khususnya masyarakat pesisir. "Jika akan tertipkan secara perlahan.

Untuk koperasi yang memiliki izin agar menjalankan sesuai dengan izin yang dimilikinya," tandas T. Amran.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
• Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
• Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
• Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
• Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]