Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pemindahan Ibu Kota
Pemindahan Ibu Kota, Sejarawan: Pemerintah Jangan Lari Dari Tanggung Jawab
Saturday 19 Jan 2013 12:34:19

Sejarawan, JJ Rizal saat diwawancarai para wartawan, Sabtu (19/1).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemindahan Ibu Kota Indonesia adalah bukti kegagalan Pemerintah pusat maupun DKI Jakarta. Lembaga eksekutif dan legislalif mendukung pemindahan ibu kota Negara. Wacana itu merebak seiring datangnya banjir yang belakangan ini melanda DKI Jakarta. Sejarawan menilai, pemerintah hanya mau lari dari tanggung jawab.

Belakangan ini wacana pemindahan ibu kota yang sejatinya adalah wacana lama kembali muncul. Anggota DPR dan staf Presiden mengaku bahwa Susilo Bambang Yudhoyono sudah mewacanakan hal itu. Namun hal itu mendapat teguran keras dari sejarawan, JJ Rizal. Menurut Rizal, DKI Jakarta sudah menjadi ikon Indonesia. Jadi sudah tidak bisa lagi Ibu Kota dipindahkan ke daerah lain. "Kurangi beban, bukan memindahkan," katanya saat ditemui di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (19/1).

Jika pemerintah mau berusaha keras, permasalahan yang ada di Ibu Kota saat ini bisa diatasi. Menurutnya, jangan dijadikan satu kantor pemerintah dengan pusat ekonomi. "Departemen-departemen pemerintah dipindahkan. Masa depertemen kelautan ada di Jakarta, depertemen pertanian juga ada di Jakarta. Seharusnya depertemen itu dipindahkan ke Indonesia Timur, pertanian dipindahkan ke Kalimantan. Tarus ditempat yang pas," ujarnya.

Jika ibu kota dipindahkan, itu artinya pemerintah telah gagal. Wacana ini memperlihatkan bahwa Pemerintah telah putus asa untuk menghadapi berbagai permasalahan di Jakarta. "Jakarta tempat Indonesia, sudah menjadi historis. Kalau Pemerintah memindahkan, itu artinya pemerintah gagal dan lari dari tanggungjawab. Ide yang tidak bisa diterima. Kalau kita bilang tidak mampu (mengatasi banjir maupun macet) itu karena kita tidak punya tekad," tambahnya.

Memang benar, kata Rizal, Presiden Indonesia Pertama, Soekarno sempat berwacana memindahkan Ibu Kota Negara ke Palangkaraya. Tapi hal itu tidak jadi dilakukan karena adanya pertimbangan-pertimbangan. "Sudah semenjak zaman jenderal, ada wacana mau dipindahkan ke Bandung, Malang, maupun Palangkaraya. Tapi saat itu Dia (Soekarno) ingin mengingatkan ancaman Belanda akan come back," ujarnya.

Seperti diketahui, saat memintai komentar sejumlah anggota DPR RI, misalnya Gede Pasek Suardik (Ketua Komis III) dan Ganjar Pranowo (wakil ketua komisi II) mendukung wacana itu. Ketua MPR, Taufik Kiemas pun setuju karena rasa pesimisnya pada pemerintah untuk menangani masalah Jakarta.(bhc/din)


 
Berita Terkait Pemindahan Ibu Kota
 
Batal jadi ibu kota, CBA desak Kejagung usut proyek IKN yang habiskan anggaran Rp75,8 triliun
 
Kepala Otorita IKN Mendadak Mundur Jelang Upacara 17 Agustus
 
Legislator Minta Kejelasan Transparansi Skema Pembebasan Lahan IKN
 
Legislator Ingatkan Pemerintah Tak Paksakan Percepatan Pembangunan IKN
 
Aktivis JAKI Puji Langkah Kapolri Konsolidasikan Dukungan untuk Kawal dan Sukseskan IKN
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]